" Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan " Kunjungi Website kami di: www.silat-beksi.com

31 July 2006

IKRAR KEBERSAMAAN SILAT BANDUNG

20 Perguruan Silat Jabar
Deklarasikan Ikrar Kebersamaan

Untuk mengurangi gesekan-gesekan di kalangan sesama anggota perguruan persilatan, sebanyak 20 perguruan silat di Jawa Barat mengumumkan Deklarasi Puragabaya Tatar Sunda di Bandung, Kamis (17/7) malam. Deklarasi ini merupakan komitmen moral anggota perguruan-perguruan silat tersebut untuk memegang teguh kemitraan. Ke-20 perguruan silat itu adalah Sunda Palean, Mega Putih, Karang Cakra, Cakra Buana, Sa’ba Putra, Ulun Sunda Siliwangi, Riksa Diri, Pusaka Riksa Diri, Ulin Usik Padjadjaran, Raksa Budi, Sanalika, Tajimalela, Gajah Putih, Perisai Diri, Pusaka Mandiri, Satria Mandiri Siliwangi, Raksa Budi Kiwari, Gasibu Macan Putih, Pangupur Pusat, dan Paguyuban Kopo.

Deklarasi kebersamaan itu dibacakan oleh Djadjat Sudradjat dari perguruan silat Ulin Usik Padjadjaran. Saat ikrar dibacakan, perwakilan dari 20 perguruan silat juga ikut tampil di podium. Deklarasi Puragabaya Tatar Sunda berisikan lima butir kesepakatan, salah satunya, berbunyi "sepakat membangun kemitraan dengan menghormati eksistensi dan kemandirian paguron masing-masing".

Ketua Puragabaya Tatar Sunda Memet Surachman mengatakan, komitmen moral yang bersifat nonformal tersebut dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi di antara perguruan silat. Hal itu didorong oleh keprihatinan terhadap situasi di Jawa Barat yang cenderung terkotak-kotak. "Perkumpulan ini juga menjadi wadah untuk menyampaikan aspirasi para anggota perguruan silat," kata Memet. Meski demikian, ia menyatakan, Puragabaya Tatar Sunda bukanlah wadah politik, melainkan gerakan moral.

Ketua Bandung Spirit sekaligus Ketua Panitia Pembentukan Puragabaya Tatar Sunda, Acil Bimbo, menambahkan, pernyataan ikrar kebersamaan itu juga untuk mereduksi konflik-konflik.
"Tidak mustahil konflik-konflik itu menimbulkan gesekan-gesekan. Adanya wadah ini diharapkan bisa mereduksi gesekan-gesekan itu," kata Acil. Ia mengakui, gesekan itu muncul ketika perguruan-perguruan silat itu telah dimanfaatkan oleh kepentingan kelompok-kelompok politik.

28 July 2006

ASEAN GAMES XV 2006, Doha

Silat Gagal Dipertandingkan di AG XV/2006

arta, Kompas - Usaha Indonesia memperjuangkan pencak silat masuk ke Asian Games (AG) XV tahun 2006 di Doha, Qatar, akhirnya gagal. Panitia Pelaksana Asian Games Doha (DAGOC) memutuskan, pencak silat tidak termasuk dalam 40 cabang olahraga yang dipertandingkan.
Hal itu diputuskan dalam sidang Dewan Olimpiade Asia (OCA) yang berlangsung di Qatar, 28 Juni-1 Juli, dan disampaikan Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Djohar Arifin Husin di Jakarta, Rabu (7/7).


Delegasi Indonesia sempat mengajukan keberatan pada DAGOC atas keputusan ini, karena cabang silat diekshibisikan di Pusan, Korea Selatan, empat tahun lalu. Tetapi, protes kami ditolak karena keputusannya sudah ditetapkan," ujar Djohar yang didampingi Ketua Delegasi Indonesia Indra Kartasasmita.


Alasan Penolakan DAGOC, olahraga yang dipertandingkan di Asian Games haruslah dikenal di minimal empat dari lima wilayah Asia, yaitu Asia Barat, Asia Tengah, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Asia Timur. Cabang bersangkutan juga harus memiliki federasi olahraga di tingkat Asia dengan anggota minimal 16 negara. Menurut DAGOC, pencak silat baru dikenal di dua wilayah Asia dan baru 15 negara yang bergabung dengan federasi pencak silat Asia Pasifik. "Federasinya tidak khusus untuk negara Asia. Dari sisi ini, ketentuan dewan eksekutif OCA memang belum bisa dipenuhi," ujar Djohar.


Berdasarkan keputusan DAGOC, Asian Games XV/2006 akan memperlombakan 40 cabang olahraga, dari semula 34 cabang. Enam cabang yang akhirnya dipertandingkan adalah bisbol, binaraga, kano-kayak, dayung, rugbi, dan sofbol. Sidang OCA juga memutuskan Asian Games XVII akan diadakan di Guangzhou, China, tahun 2010. Ditetapkan juga penyelenggaraan Asian Indoor Games untuk pertama kali di Bangkok, Thailand, 12-19 November 2005.


Kecewa


Presiden Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) Eddie M Nalapraya yang dihubungi terpisah mengaku sangat kecewa dan terpukul dengan keputusan DAGOC. "Saya belum tahu pasti pertimbangan keputusannya, yang pasti saya sangat kecewa," ujarnya.
Menurut Eddie, sejak awal tahun lalu Persilat sudah melobi tuan rumah dan sejumlah negara agar silat dapat dipertandingkan di Doha.


"Persilat dan KONI sudah berjuang agar silat dilombakan. Kami sudah menyanggupi mencari sponsor, dan mereka sempat menawarkan gedung lokasi lomba. Tetapi, ternyata keputusannya begini," tambahnya. Menurut Eddie, penyebab gagalnya silat dilombakan adalah Indonesia tidak punya wakil di Dewan Eksekutif OCA. "Padahal negara kita punya lebih dari 200 juta penduduk, itu tidak adil," ujarnya.


26 July 2006

FORUM PELESTARIAN SILAT

FORUM PECINTA DAN PELESTARI SILAT TRADISIONAL
By: Eko Hadi S

Pencak Silat sebagai seni budaya bangsa Indonesia dan bangsa Asia Tenggara, memang telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, dimana terbukti dengan makin banyaknya peserta dari negara-negara asing yang semakin aktif mengikuti kejuaran-kejuaran lingkup regional maupun non regional, baik yang diselenggarakan oleh komunitas maupun oleh negara dan makin menjamurnya padepokan-padepokan Pencak Silat di negara-negara asing antara lain di Belanda, Perancis, Inggris bahkan Amerika Serikat. Hal tersebut tentunya menggembirakan bagi komunitas Pencak Silat, apalagi dilakukannya proses standarisasi mulai dari metode pelatihan, jurus dan sistem pertandingan akan menyebabkan semakin mudahnya penyebaran Pencak Silat ke penjuru dunia.

Tetapi ditengah-ditengah proses tersebut, ada yang terkesan terlupakan yaitu akar/sumber inspirasi dari Pencak Silat tersebut yaitu Silat Tradisional, yang dengan susah payah berusaha mempertahankan eksistensinya yang semakin memudar baik akibat gencarnya serangan promosi beladiri produk luar, maupun karena kelemahan sistem pengajaran dan kaderisasi dari Silat Tradisional. Silat Tradisional (“Silat Tradisi”) sendiri merupakan salah satu seni pertahanan diri (“Beladiri”) bangsa Indonesia yang usianya sudah sangat tua, bahkan diduga sejak kepulauan nusantara ini didiami oleh penduduk, Silat Tradisi sudah mewarnai kehidupan sosial budaya penduduk nusantara walaupun masih dalam bentuk/gerakan yang sederhana, sebagaimana dapat kita saksikan dalam beberapa relief di candi Borobudur. Silat Tradisi lahir dari interaksi dan pemahaman penduduk nusantara terhadap alam lingkungannya, dirinya dan Tuhan. Ekstrasi dari interaksi dan pemahaman yang berlangsung secara terus menerus dan melalui proses perenungan yang mendalam bahkan sampai saat ini, melahirkan istilah Olah Rasa, Olah Raga dan Olah Pikir yang menjadi basis falsafah Silat Tradisi yang dalam prateknya menjelma dalam berbagai bentuk pemahaman dan implementasi.Selain basis falsafah tersebut, Silat Tradisi dipengaruhi pula oleh karakter dan kebudayaan dari asal Silat Tradisi tersebut berkembang, inilah yang menyebabkan Indonesia menjadi salah satu sumber ilmu beladiri yang mungkin terbesar di dunia, karena hampir ditiap daerah Indonesia mulai dari tingkat profinsi sampai ke tingkat strata budaya paling kecil yaitu keluarga memiliki gaya dan seni Silat Tradisi sendiri.

Besarnya jumlah dan ragam Silat Tradisi di Indonesia sebenarnya merupakan salah satu modal pembangunan (dari sisi mental dan spiritual) yang besar, dimana dengan perhatian yang sungguh-sungguh, perencanaan dan pengelolaan yang baik, Silat Tradisi dapat dijadikan sebagai pondasi pembangunan karakter bangsa (“National Character Building”), hal ini dikarenakan didalam Silat Tradisi sudah terkandung falsafah dasar yang dperlukan untuk membangun atau membentuk karakter manusia/ suatu bangsa (unsur rasa yang terkait dengan spritual/rohani, unsur raga yang terkait dengan jasmani dan unsur pikir yang terkait dengan intelektualitas/peradaban). Selain sebagai salah satu alat untuk membangun karakter bangsa, Silat Tradisi juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai suatu warisan budaya yang bernilai tinggi, yang apabila dikelola dengan menggunakan manajemen dan asas-asas perdagangan moderen, dapat berfungsi sebagai sarana pengenalan budaya Indonesia ke dunia yang dapat berujung kepada peningkatan posisi tawar dan nilai jual Indonesia di dunia (“Devisa”).

Berangkat dari kerangka berpikir seperti diatas, kami lalu tertarik untuk mencoba mengangkat Silat Tradisi dan pernik-perniknya dalam suatu bentuk artikel atau tulisan dimana tujuannya untuk lebih mengenalkan dan mencoba membantu pelestarian Silat Tradisi. Setelah mempertimbangkan saran dan pendapat dari rekan-rekan kami serta mempertimbangkan fokus dan ketajaman penulisan, akhirnya kami memutuskan untuk mengangkat sebagai tulisan pertama kami, adalah salah satu Silat Tradisi dari daerah tengah Jakarta yaitu Tanah Abang yang dikenal dengan "Silat Sabeni" (nama berasal dari perumusnya yaitu Engkong Sabeni). Seiring proses penulisan artikel tersebut (yang kemudian kami rencanakan untuk kami dokumentasikan dalam bentuk buku) guna lebih memperkaya dan melengkapi latar belakang penulisan, kami lalu melakukan proses pencarian informasi dan data tambahan melalui proses riset baik dokumentasi visual maupun cetak, salah satunya pencarian informasi melalui dunia maya (“Internet”). Dalam proses mencari melalui dunia maya, kami menemui suatu hal yang menarik yaitu jumlah website asal Indonesia yang menampilkan Pencak Silat ternyata jumlahnya lebih sedikit bila dibandingkan dengan website yang berasal dari negara asing (non asia tenggara), bahkan terkadang informasi mengenai Pencak Silat itu sendiri jauh lebih lengkap, up to date (website IPSI dan Persilat sendiri belum up to date dan belum selesai proses penyempurnaannya) dan sistematis website yang berasal dari luar Indonesia, suatu hal yang membanggakan tetapi sekaligus ironis karena menunjukkan seberapa besar tingkat kepedulian bangsa Indonesia atas budayanya sendiri. Salah satu website yang kami kunjungi adalah kpsnusantara, silatindonesia.com dan milisnya silatbogor@yahoogroups.com, yang lalu kami jadikan pilot project untuk penayangan artikel pertama kami dengan Judul “MAEN PUKULAN“ SABENI dari Tenabang.

Dasar pemikiran tersebut lalu kami coba selaraskan dengan kerangka berpikir kami tentang Silat Tradisi yang lalu kami sampaikan kepada rekan-rekan milis, dari hasil kristalisasi pemikiran inilah muncul ide untuk membentuk suatu wadah informal yang tidak berafiliasi dengan organisasi manapun, dan bersifat cair (mewadahi semua golongan), wadah tersebut kami beri nama Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional (“FP2ST”) yang merupakan suatu wadah silahturahmi orang-orang yang berempati terhadap perkembangan Silat Tradisi. Walaupun masih dalam bentuk yang prematur untuk dapat disebut sebagai suatu wadah, FP2ST telah berhasil melakukan suatu pertemuan yang bersejarah bagi FP2ST yaitu silahturahmi pertama yang diadakan di Ruang Latihan Terbuka Padepokan Pencak Silat Indonesia pada hari Sabtu tanggal 10 Juni 2006 yang berhasil diadakan berkat dukungan dan bantuan dari salah satu ikon Pencak Silat Indonesia Mas Oong Maryono.

Dalam pertemuan tersebut antara lain hadir beberapa tokoh Pencak Silat Indonesia antara lain Mas Suhartono, Bapak Edward, Bapak Haji Aziz dan Ki Sawung serta seorang tokoh dari SH, kehadiran para tokoh dan sesepuh membuat kami terharu dan tergugah semangatnya, untuk berusaha keras dengan segala daya yang kami miliki untuk membantu pelestarian Silat Tradisi. Dalam pertemuan tersebut disepakati beberapa hal-hal pokok antara lain:

  1. Dilakukannya proses pemetaan dan dokumentasi Silat Tradisi yang untuk tahap awal adalah di lingkup Jabodetabek;
  2. Promosi kepada generasi muda;
  3. Pelatihan Silat Tradisi;
  4. Legalisasi Forum dalam bentuk badan hukum (Yayasan).

Hal-hal pokok yang dihasilkan pada pertemuan FP2ST tersebut, pada dasarnya sudah selaras dengan Visi dan Misi FP2ST yang sebenarnya sederhana saja yaitu:

  1. Visi: Silat Tradisional bisa menjadi Aset Budaya Bangsa Indonesia yang membudaya dan lestari di tengah-tengah bangsa Indonesia terutama generasi muda dan berfungsi sebagai alat pendidikan dan pembentukan karakter bangsa;
  2. Misi: menumbuhkan kembali kecintaan dan pelestarian Silat Tradisional. Untuk mencapai Visi dan Misi tersebut tentunya diperlukan jalan untuk menujunya dan arahan/strategi yang implementasinya dalam bentuk program kerja baik jangka panjang maupun jangka pendek serta proses bugeting/pendanaan.

Program kerja ini yang saat ditulisnya artikel, masih dalam tahap pembicaraan diantara rekan-rekan FP2ST yang harus dimaklumi terkesan lambat karena kesibukan dari rekan-rekan anggota FP2ST yang kebanyakan merupakan pekerja kantoran. Tetapi sebagai program awal FP2ST adalah direncanakannya pertemuan bulanan off line dalam bentuk Diskusi tentang aliran-aliran Silat Tradisi, dimana dalam Diskusi bulanan tersebut suatu aliran Silat Tradisi akan dibedah dari segala aspek, mulai dari sejarah, falsafah, jurus-jurusnya sampai aplikasi sehari-hari. Diskusi bulanan yang merupakan program awal FP2ST diharapkan dapat mempersingkat waktu pemetaan dan pengumpulan data apabila menggunakan sistem konvensional, selain itu juga bertujuan agar para peminat (generasi muda) dapat berinteraksi langsung dengan narasumber, sehingga dapat menghilangkan distorsi-distorsi yang terjadi apabila proses penyebaran informasi dan promosi dilakukan secara tidak langsung. Perjalanan FP2ST memang masih jauh dan apabila boleh kami mengibaratkan FP2ST adalah seperti bayi yang baru belajar melangkah, selalu diawali oleh langkah-langkah kecil terlebih dahulu diikuti oleh jatuh bangun sebelum bayi tersebut dapat melangkah dan berlari. Semoga saja langkah-langkah kecil yang dilakukan oleh rekan-rekan terutama para generasi muda melalui FP2ST kelak dapat menjadi langkah-langkah besar yang berarti bagi pelestarian Pencak Silat pada umumnya dan Silat Tradisi pada khususnya.

TIM PENCAK SILAT INDONESIA


Indonesia Juara Umum Kejuaraan Silat Internasional

Indonesia tampil sebagai juara umum kejuaraan silat internasional Inggris ke-2(Internatonal United Kingdom Championship II) yangberakhir di Sporthall Universitas Brunel, baratLondon, Senin (9/7) dinihari WIB.Berdasarkan hasil kejuaraan yang diterima dari petugaskejuaraan Lenah Susianty, Indonesia secara keseluruhanmeraih enam emas dan tiga perak dari total sebelasnomor yang dipertandingan, baik di kelompok tanding maupun seni.

  1. Diyan Kristianto(Kelas A putra),
  2. Rony Syaifullah (G putra),
  3. EkoWahyudi (tunggal putra),
  4. Subaedah (E putri),
  5. TutiWinarni (tunggal putri)
  6. MilaLusiana/Megawati/Suryani/Pudgi Dwi Riyanti (bereguputri).

Sementara tiga perak diperoleh oleh Iwan Suyanto (Cputra), Rahmat Fitroh Ramdhani (E putra), dan MdHazwan Bin Md Hemdan (I putra).Singapura berada di peringkat kedua dengan empat emasdan Rusia meraih satu medali emas tersisa denganmenjuarai kelas Terbuka putra melalui Dmitri Kovalev.Menurut Lenah, walau berlangsung secara internasional,suasana Indonesia amat terasa karena adanya atraksigendang di Sport Hall Brunel University, Uxbridge,Inggris.Karena silat belum populer di Inggris, jumlah atletyang lebih dari seratus orang dari 14 negara, ternyatalebih mendominasi dibanding penonton yang hanyabelasan orang saja.

Menurut Ketua Asosiasi Pencak Silat Inggris Aidinal Rashid, meski pencak silat belum populer, namunanimonya makin terasa meningkat. Paling tidakdibanding Kejuaraan UK International yang pertama 2tahun lalu."Dulu Singapura hanya mengirim 25 peserta, sekarang 36peserta, juga Indonesia lebih banyak mengirimpesilatnya. Itu dari segi jumlah sedang dari negarapeserta ada dua negara baru yang ikut, yaituAzerbaijan dan Rusia," kata Aidinal yang berasal dariMakassar itu.





19 July 2006

SILAT MERAMBAH DUNIA

Penulis: Ignatius Sunito

PENCAK SILAT MERAMBAH DUNIA SETELAH ITU?

Kejuaraan Dunia Pencak Silat ke-8 kini tengah berlangsung di Singapura (12-19 Desember) yang tentu Indonesia juga ikut ambil bagian. Kita tidak menyoroti para pesilat Indonesia yang kini tengah berlaga, meskipun pertandingan baru dimulai sudah ada tiga pesilat kita langsung rontok di ronde pertama. Berarti harapan untuk menjadi juara umum juga kandas.

Berbicara tentang pencak silat, kenangan lama timbul kembali, karena bagaimanapun sebagai seorang wartawan, saya merasa ikut andil mempopulerkan cabang ini yang semula di cap sebagai “ilmu bela diri kampung”

menggiring “masuk kota”. Artinya sebagai cabang olahraga yang bisa dipertandingkan setelah ekshibisi di PON Surabaya 1969. Tentu saja sarana promosinya melalui tulisan di media cetak, yang waktu itu saya masih menjadi wartawan OR KOMPAS, bersama rekan wartawan lain yang tergabung dalam SIWO/PWI Jaya.

Sesudah PON Surabaya usai, PB IPSI bekerja sama dengan STO, Sekolah Tinggi Olahraga (berubah menjadi FPOK, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, bagian dari IKIP. Akhirnya Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta) mengerjakan PR besar secara serentak. Menyusun peraturan pertandingan sebagai syarat bahwa pencak silat itu bisa dipertandingkan, menyatukan dua organisasi pencak silat dalam tubuh IPSI sekaligus mempertemukan perguruan-perguruan silat. Yang intinya agar mereka mempunyai kesadaran, bahwa ilmu bela diri ini sudah masanya untuk membuka diri.

PR besar ini harus sudah selesai sebelum PON 1973/Jakarta, yang mana pencak silat sudah menjadi mata acara resmi sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan. Jalannya tidak gampang dan mulus, karena setiap pertandingan sebagai arena pemanasan selalu berakhir dengan kericuhan. Maklum setiap pesilat dari masing-masing perguruan mempunyai standar teknik sendiri-sendiri yang dianggap efektif. Maka, tak heran pula banyak perguruan pencak silat yang mengklaim diri sebagai cabang yang tak bisa dipertandingkan. Selain ada persyaratan mempunyai “tenaga dalam” juga katanya jika dipertandingkan bisa mengakibatkan kecelakaan fatal bagi lawannya.

Dengan segala liku likunya, akhirnya pencak silat menemukan orang kuat untuk mempersatukannya. Adalah Eddy Nalapraya di tahun 1978 yang waktu itu sebagai Komandan Skogar Kodam V Jaya, dan karir akhir sebagai wakil gubernur DKI Jaya. Dari tangan dia pencak silat mulai merambah ke wilayah ASEAN dan bahkan dunia. Tak heran Eddy terus menerus terpilih sebagai ketua umum PB IPSI sampai menjelang milenium ketiga, sebelum digantikan Prabowo Subianto.

Jujur saja tokoh pembaharu IPSI, sebenarnya, ya duet Eddy- Oyong Karmayudha(kini masih menjadi ketua I PB IPSI). Dan secara jujur pula, ketika pencak silat berhasil merambah dunia, justru kita sebagai negara asal malahan kehilangan nyali atau tidak mempunyai pesilat tangguh. Dominasi olahraga ini malahan pindah ke Vietnam, negara di mana memperoleh kemajuannya justru dari para pelatih Indonesia.

Sebagai pembanding olahraga bela diri yang mendunia, dari Jepang seperti judo,karate, dua cabang ini terutama selain aikido, kendo, ju-jutsu, yang begitu meluas ke seluruh penjuru dunia. Dominasi Jepang atau hter fighteryang tetap tak tergoyahkan. Mau bukti? Simak saja di setiap Olimpiade (karate belum masuk Olimpiade) dan kejuaraan dunia, hampir semua medali emas disabet oleh ksatria-ksatria negeri Matahari Terbit itu.

Demikian juga dengan cabang bela diri dari Korea, taekwondo, yang juga sudah masuk Olimpiade, maka setiap kejuaraan internasional, dominasi Korea tetap tak tergoyahkan. Kuncinya? Ternyata ada di SDM, dan ini diakui secara jujur oleh Oyong Karmayudha kepada BOLA. Saya pernah meliput kejuaraan dunia karate di Tokyo 1977. Tim Inggeris, Italia, Australia, Brasil, Amerika Serikat, semuanya dilatih oleh anak-anak asuhan Prof. Masatoshi Nakayama. Demikian juga dengan tim Jepang yang nota bene diasuh oleh pelatih-pelatih yang berasal dari satu induk. Hasilnya, karateka Jepang masih tetap unggul. Kuncinya? Kata Nakayama waktu itu, adalah SDM karena semua teknik maupun sistem kepelatihan praktis sama atau sudah standar. Ya, saya tidak heran waktu itu, kalau melihat reputasi SDM Jepang ini di bidang apa saja. Dan waktu itu pencak silat masih dalam periode untuk mengukukuhkan diri sebagai cabang olahraga yang layak dan pantas untuk dipertandingkan.

Masih ingat ketika enam tahun lalu ketika negara kita terlanda krisis multidemensi? Kata pakar pula, kita juga kehilangan satu generasi akibat kekurangan nutrisi. Padahal menurut penyelidikan generasi yang kekurangan gizi ini bisa berakibat menjadi manusia yang agresif dan bertingkah laku asosial, di awali sejak anak-anak yang sudah susah untuk mengendalikannya. (Pernah di muat di KOMPAS tetapi tanggalnya lupa?).


Nah, kalau pencak silat di tahun 1978 menemukan orang kuat seperti Eddy Nalapraya, yang praktis waktu itu negara kita lagi benci-bencinya dengan apa saja yang berbau Cina. Justru di Cina sendiri pada tahun yang sama terjadi semacam reformasi dan membuka diri, gaige kaifang, yang hasilnya, luar biasa kalau kita lihat kemajuan Cina saat ini. Negara kita mengalami masa reformasi 20 tahun kemudian, namun sampai enam tahun berjalan kita selalu kehilangan momen atau menyia-nyiakan waktu dengan pertikaian intern yang sangat menguras energi.
Perjalanan pencak silat untuk meniru jejak judo, taekwondo, dan karate agaknya masih terlalu panjang. Lagi-lagi kuncinya di SDM!

BEKSI

Perguruan Pencak Silat BEKSI
Acara Festival Kemang yang akan digelar pada tanggal 27 Agustus 2006 yang bertemakan, Festival Kemang-Sejuta Nuansa akan banyak menyita tenaga dan pikiran dari para panitia penyelenggara untuk dapat mewujudkan tampilan dan kemasan terbaik yang dapat diberikan kepada para penonton dan pengunjung yang datang untuk melihat dari dekat Festival Kemang tersebut.
disela-sela kesibukan kepanitian, sebagaimana yang telah disetujui oleh pihak penyelenggara bahwasanya Perguruan Pencak Silat BEKSI akan ikut andil dalam pementasan untuk memeriahkan acara Festival Kemang nanti. untuk mempermudah jalannya atraksi dan pengkordiniran dilapangan nantinya. tim penyelenggara yang dalam hal ini diwakilkan oleh saudara Imroh Hussein dan saudari Vicky mencoba menjabarkan tentang skema dan teknis acara Festival Kemang berupa Technical Meeting yang gunanya untuk mempermudah dan memperlancar jalannya acara. sebagaimana yang telah disepakati bersama dengan Panitia Penyelenggara Festival Kemang, bahwasanya PPS BEKSI diberikan kesempatan untuk mengisi Acara Full 1 stage yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara.
adapun sistematis acara yang akan ditampilkan di Stage khusus PPS BEKSI ini akan

15 July 2006

FESTIVAL KEMANG

"PPS BEKSI Semarakkan Festival Kemang"


Menyemarakkan HUT Kota Jakarta ke-479, Festival Jalan Kemang bakal kembali digelar. Sesuai dengan namanya, festival untuk yang ketiga kalinya ini digelar di sebagian ruas Jalan Kemang Raya, dari Sabtu hingga Minggu(27/7) mulai pukul 09.00 sampai 21.00 Wib.

festival itu dimaksudkan untuk menarik minat para wisatawan baik lokal maupun asing. "Momentum HUT ini memang kita benar-benar kita manfaatkan untuk terus mempromosikan jasa dan potensial wisata kota Jakarta.

Sehubungan dengan Festival Kemang 2003 Jl. Kemang Raya akan ditutup total sejak pukul 06.00 WIB hingga 21.00 WIB. "Penutupan Jl. Kemang Raya diberlakukan dari persimpangan Jl. Kemang Utara sampai dengan persimpangan Jl. Kemang Selatan. Untuk mengantisipasi penutupan jalan itu, kata Rustam, dinas perhubungan akan mengalihkan arus lalu lintas dari arah Jl. Prapanca atau Jl. Bangka yang menuju ke arah Kemang Selatan/Jl. Ampera diarahkan melalui Jl. Kemang Utara-Jl. Kemang Timur. Sedangkan arus sebaliknya yang menuju Jl. Prapanca atau Jl. Bangka Raya diarahkan melalui Jl. Kemang Selatan 8-Jl. Arteri Pangeran Antasari.

Dalam Festival Kemang kali ini yang bertemakan:"Pesta Sejuta Nuansa" para pengunjung bisa menikmati paket-paket acara yang menarik Misalnya, disepanjang jalan yang berjarak satu kilometer dari perempatan Twilite Cafi hingga Barbados dapat dijumpai stand-stand pameran yang menyajikan barang-barang kerajinan, handycraft, dan aneka pernik yang menarik. Selain parade bazar, ada pula petunjukan-pertunjukan seni yang unik dan panggung hiburan. serta beberapa seni dan tradisi kebudayaan dari berbagai mancanegara akan ikut serta meramaikan acara festival Kemang. adapun ciri khas kebudayaan indonesia, pada Festival Kemang kali ini akan ditampilkan kebudayaan Khas Propinsi DKI Jakarta yaitu seni bela diri BEKSI, yang merupakan salah satu element kebudayaan tradisional masyarakat betawi.

Dalam kesempatan kali ini, Perguruan Pencak Silat BEKSI (PPS BEKSI) mewakili aliran seni bela diri lainnya yang berada dibawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) untuk menyemarakkan acara Festival Kemang nantinya. format acara yang akan ditampilkan adalah semacam festival/kompetisi pertandingan yang menampilkan antara lainnya:

  • Penampilan Jurus Massal
  • Penampilan Jurus Perorangan
  • Penampilan Mortal Combat Jurus-Jurus BEKSI
  • Penampilan Tokoh-Tokoh Perguruan Pencak Silat BEKSI
    • adapun sebagai puncak acara nantinya adalah pemberian TROPHY piala bergilir dari Bapak Walikota Jakarta Selatan yang diberikan kepada KOLAT (Kelompok Latihan) Terbaik yang tampil pada kesempatan Festival Kemang. nantinya Trophy tersebut akan terus bergilir dan diperebutkan di acara-acara Festival Kemang selanjutnya.

      adapun beberapa acara tambahan lainnya adalah pentas seni kebudayaan Betawi lainnya seperti halnya gambang kromong, parade Ondel-Ondel serta beberapa atraksi dan penampilan lainnya dari berbagai unsur kebudayaan dan kesenian masyarakat Betawi.

      PUSTAKA-SILAT INDONESIA


      Pustaka buku Pencak Silat:By indosilat


      Bila anda pernah berkunjung ke padepokan nasional pencak silat ada satu fasilitas yang patut anda kunjungi, terutama bagi anda yang ingin mengasah pengetahuan tentang pencak silat melalui buku-buku maupun artikel yang tersimpan di Perpustakaan (perpus) pencak silat dikawasan padepokan ini.


      Bila anda pernah berkunjung ke padepokan nasional pencak silat ada satu fasilitas yang patut anda kunjungi, terutama bagi anda yang ingin mengasah pengetahuan tentang pencak silat melalui buku-buku maupun artikel yang tersimpan di Perpustakaan (perpus) pencak silat dikawasan padepokan ini. Perpusatakaan yang terletak disisi kanan kawasan padepokan nasinal pencak silat bersifat umum dapat dikunjungi oleh siapa saja setiap hari kerja mulai pukul 10 sampai dengan pukul 4 sore. Perpustakaan ini menyimpan ratusan buku, artikel, karya ilmiah hingga tesis dan tersedia pula beberapa dokumentasi perguruan yang berkembang di Indonesia. Tidak ketinggalan album foto yang sempat di tangkap kamera dan menjadi saksi sejarah perjalan panjang IPSI khususnya pencak silat Indonesia. Menurut mas Yitno salah seorang petugas perpus padepokan mengatakan “ Perpustakaan membuka seluas-luasnya kepada masyarkat yang ingin mengetahui mengenai pencak silat melalui wahana buku, walau koleksi buku yang tersedia belumlah begitu banyak namun koleksi tersebut sangat penting, walaupun kami belum mengijinkan koleksinya dipinjam, kami menyarankan pengunjung untuk membawa catatan”.

      Pengamatan kami perpus pada hari biasa tidak begitu ramai paling pengunjung perhari masih berkisar satu dua orang saja, namun bila ada event yang besar dipadepokan ini perpus bisa dikunjungi ratusan orang. Sesungguhnya perpus memiliki fungsi yang cukup penting tidak hanya sebagai sumber bacaan namun juga menjadi pusat dokumentasi perkembangan pencak silat di Indonesia maupun di seluruh dunia. Bila diperhatikan minat membaca dikalangan pesilat masih dinilai sangat kurang, padahal dijakarta saja jumlah pesilat terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa tidaklah sedikit, namun kenyataannya mereka belumlah menganggap perpus sebagai media untuk menambah wawasan mereka dan ini dibuktikan masih sedikitnya pengunjung dari dua kalangan tersebut. Bila ditinjau kembali minat baca yang kurang dengan minta menulis atau membuat karya tulis belumlah banyak yang ingin menuliskan mengenai pencak silat baik dari kalangan pelajar maupun mahasiswa. Menurut pak Yitno menambahkan bahwa “Perpus menerima buku-buku maupun artikel mengenai pencak silat, tentunya akan menambah koleksi buku – buku maupun artikel yang tersimpan disini” ujurnya. Dan bagi anda yang ingin berkunjung untuk sekedar melihat-lihat atau ingin mencari beberapa artikel mengenai pencak silat silahkan datang ke perpus padepokan Nasional Pencak Silat, yang pasti anda akan dilayani dengan ramah oleh staff perpus contohnya mas Yitno dkk.

      ==Koresponden Silatindonesia.com Yanweka==

      14 July 2006

      RANGKUMAN BUKU

      Disarikan dari buku karangan Yahya Saputra dan Irwan Sjafi'ie
      "Beksi, Maen Pukulan Khas Betawi",
      diterbitkan oleh penerbit Gunung Jati,Jakarta 2002)

      BEKSI : MAEN PUKULAN BETAWI



      BEKSI : ASAL-USUL SILAT BEKSI

      Seni budaya beladiri yang oleh orang betawi disebut maen pukulan Beksi lahir dari kemampuan orang terpilih yang tiada hentinya melatih kepekaan inderawi, mengolah kelebihan atau kelenturan anatomi tubuh dan belajar sebanyak mungkin dari pertanda alam seperti riak sungai, hembusan angin, gerak dan laku macan, monyet, kelabang, belalang,dst (hal 19).
      Menurut buku ini, asal usul beksi ada beberapa versi.
      Versi pertama. Versi ini dikisahkan oleh seorang sesepuh Beksi: H Atang Lenong (usia 84 tahun ketika wawancara tahun 2001). Beksi mulai muncul ke permukaan dalam kurun pertengahan abad 19 sekitar tahun 1850-1860-an. Pada masa ini ada seorang tuan tanah di daerah tangerang bernama Gow Hok Boen yang tinggal di kampung kosambi. Tuan tanah ini kebetulan gemar akan beladiri dan menguasai ilmu kuntao atau kungfu. Orang local tangerang mengenal Gow Hok Boen sebagai Tuan tanah kedaung. Sebagai tuan tanah, Tuan Gow punya sekian banyak centeng untuk membantunya. Kepala centengnya bernama Ki Kenong yang memiliki ilmu beladiri yang tinggi dan dicampur dengan ulmu sihir yang dahsyat. Tertarik dengan beladiri, Tuan tanah ini mengadakan sayembara untuk mencari jagoan yang lebih hebat dari kepala centengnya dan mendapat kedudukan menggantikan jabatan sebagai kepala centeng. Maka setiap malam minggu diadakan pibu alias duel dengan banyak jagoan yang mau mengadu ilmu dan keberuntungan dengan melawan Ki Kenong. Namun dari sekian banyak penantangnya belum ada satunpun yang berhasil mengalahkan Ki Kenong. Tersebutlah ada seorang tukang singkong rebus (disebut ancemon atau singkong urap) bernama Pak Jidan yang setiap malam menjual singkong di tengah keramaian pertunjukan duel ini. Pak Jidan mengambil singkong dari hutan dekat tempat tinggalnya dan singkong tersebut tidak habis-habis dan seperti ada yang memelihara, namun karena di hutan Pak Jidan tidak ambil pusing. Suatu sore, ketika pak Jidan beristirahat di rumahnya dia didatangi oleh soerang pemuda yang protes karena singkong yang dia tanam dan pelihara di hutan diambil oleh pak jidan. Karena tidak tahu pak Jidan pun minta maaf. Melihat keluguan dan kekjujuran pak Jidan serta hidupnya yang miskin, orang misterius itu menawarkan untuk membantu pak Jidan dengan memberi pelajaran maen pukulan, tidak peduli waktu itu pak jidan sudah berumur sekitar 60-an. Singkat kata, Pak jidan menerima pelajaran maen pukulan sebanyak 8 jurus dan tiga atau empat lagi belum diajarkan, yang akan diajarkan oleh orang lain. Sebelum pergi orang misterius itu minta kemenyan dan berpesan bahwa dia bisa dipanggil jika pak jidan memerlukan dengan membakar kemenyan dan membaca mantra. Ketika orang itu epergi, Pak Jidan melihat ekor macan tersembul dari balik jubahnya danjuga tengkuknya terlihat loreng-loreng seperti layaknya kulit harimau. Pak jidan pun terkejut dan maklum bahwa dia dikunjungi dan diajari maen pukulan oleh Ki Belang atau Siluman Macan Putih. Malam selanjutnya, pak Jidan berjualan seperti bias adi tengah pentas duel. Disebabkan karena jengkel dengan jagoan-jagoan yang tidak bayar sewaktu makan singkong daganganya, PaK Jidan menedang keranjang dagangannya dan melayang masuk ke tengah gelanggang. Tuan tanah Gow pun marah dan menyuruh orang menyeret Pak Jidan tengah arena dan memaksanya bertarung dengan Ki Kenong. Di luar dugaan, Pak Jidan mampu mengalahkan di Kenong dengan ilmu yang diajarkan oleh Ki Belang itu. Menurut legenda, dengan jurus baroneng Pak Jidan melumpuhkan ilmu Ki Kenong yang terkenal dengan ‘pukulan tangan berapi’. Ketika ditanya oleh Tuan Gow tentang ilmu yang dipakai oleh Pak Jidan, dia tidak tahu apa namanya. Lalu tuan Gow Hok Boen menyebutnya Beksi artinya pertahanan empat mata angin. Sejak itu terkenallah Pak Jidan—yang diangkat sebagai kepala pengawal keamanan-- dengan ilmu beksinya.


      Versi kedua diceritakan oleh H Mahtun (lahir di petukangan 1945). Alkisah di kampung bagian timur tangerang hiduplah seorang laki-laki yang mahir beladiri bernama Raja Bulu berusia sekitar 63 tahun yang hidup berdua dengan anaknya yang gagu (bisu), istrinya sudah meninggal dunia. Kehidupan Raja Bulu berkecukupan dengan pekerjaan mengajar silat dari kampong ke kampong. Si anak sendiri tidak mau belajar silat pada bapaknya. Suatu ketika Raja bulu bertanya pada anaknya mengapa dia tidak mau belajar maen pukulan. Dan jawabannya sungguh mengejutkan: karena di anak belum tentu kalah dalam sambut-pukul dengan Raja Bulu. Si ayah lalu mengetes dan terjadilah pertarungan dan menjadi keteter atau kewalahan menghadapi ilmu anak bisu. Akhirnya si anak mengaku bawah selama ini dia belajar maen pukulan di hutan dan dilatih oleh siluman mcan putih. Karena belum ada nama, Raja bulu menyebut ilmu yang dikuasai oleh anaknya : Beksi: sebab seperti segi empat dengan empat arah . Sejak itu Raja Bulu pun belajar pada anaknya dan ilmu ini pun diajarkan ke murid-muridnya.demikian beksi pun berkembang.
      Dalam perkembangan selanjutnya para pendekar Beksi memberi banyak makna pada ilmu maenpukulan ini.

      Ada yang menartikannya BEKSI= "Berbaktilah Engkau pada Sesama Insan".
      Asal usul di atas merupakan folklore, ceira rakyat berisi legenda yang didalamnya terdapat kenyataan dan juga legenda.



      TOKOH-TOKOH BEKSI


      Hampir semua aliran beksi mengakui bahwa yang mengajarkan pertama-tama ilmu beksi adalah Ki Kidan ( Ki Iban) dan atau Raja Bulu.
      Lebih lanjut inilah para tokohnya berdasarkan generasi:

      • Generasi I : Raja Bulu dan Ki Jidan (Ki Iban)

      • Generasi II : Ki Lie Cengk Ok, Ki Tempang, Ki Muna, Ki Dalang Jiah

      • Generasi III :Kong Marhali, Nyi Mas Melati, Kong Godjalih

      • Generasi IV : Kong H Hsabullah, Kong HM Nur, Kong Simin, Minggu, Salam Kalut, H Mansyur, Muhammad Bopeng

      • Generasi V : Tonganih, Dimroh, HM Yusuf, HM Nuh, Sidik, H Namat, H Syahro, Mandor Simin, Umar

      • Generasi VI :H Machtum, Tong tirih, H Dani, Udin Sakor, Soleh, Tholib/syaiful, dll

      • Generasi VII : Abdul Aziz, Abdul Malik, HA Yani, Mftah, Nasrullah, dll



      Ki Iban/Raja Bulu memiliki murid yaitu : Ki Lie Cengk Ok, Ki Tempang, Ki Muna, Ki Dalang Jiah
      Yang belajar pada atau menjadi murid dari Ki Ceng Ok yaitu : Kong Godjalih, Kong Marhali. Sedangkan Nyimas Melati berguru pada Ki Dalang Jiah.
      Para murud dari Ki Ceng Ok terus menerus menyebarkan Beksi hingg ke Jakarta dan tempat lain. Mereka dikenal denga sebutan Beksi empat serangkai yakni : Kong Jali, Kong Has, Kong Nur dan Kong Simin.



      JURUS-JURUS DAN BELAJAR BEKSI



      Jurus-jurus Beksi terkenal dengan keras, cepat, ringkas danemngarah pada tempat-temapt yang mematikan pada tubuh. Sebelum mempelajari jurus, murid biasanya mengikuti syarat penerimaan siswa yang disebut rosulan atau ngerosul; berupa tawasul disertai zikir tahlil memanjatkan doa Pada Allah agar dalam mempelajari beksi diberi keridlaan, kekuatan, ketabahan dan kesabaran.
      Dalam permaian jurus, ada banyak melakukan gedi (hentakan kaki ke lantai) dan gerakan tangan yang sangat cepat. Oleh sebab itu dianjrukan untuk melotot dan tidak berkedip dalam melihat gerak lawan.

      Cara belajar -mengajar beksi :
      Diperkenalkan jurus. Murid menirukan disebut juga : asal tau jalan Tuntun. Latihan gerak bela yang dituntun oleh guru dengan teknik dan aplikasi jurus Sambut. Murid tanding dengansesama murid atau guru dengan menggunakan jurus. Secara fundamental ada 12 jurus dalam beksi dibeberapa tempat disebut dengan nama yang berbeda.


      NAMA-NAMA JURUS BERDASARKAN DAERAHNYA:


      DAERAH I

      • Jurus Beksi

      • Jurus Gedig

      • Jurus Tancep

      • Jurus Cauk

      • Jurus Broneng

      • Jurus Bandut

      • Jurus Beksi Satu

      • Jurus Silem

      • Jurus lokbe

      • Jurus Bolang Baling

      • Jurus Janda Berias

      • Jurus Panca Lima



      DAERAH I I
      1. Jurus Beksi
      2. Jurus Gedig
      3. Jurus Tancep
      4. Jurus Ganden
      5. Jurus Bandut/bandul
      6. Jurus Broneng
      7. Jurus Tingkes
      8. Jurus Rusia Pecah Tiga
      9. Jurus Bolang Baling
      10. Jurus Gebal
      11. Jurus Kebut
      12. Jurus Petir


      DAERAH III
      Jurus Beksi
      .Jurus Gedig
      .Jurus Tancep
      .Jurus Ganden
      .Jurus Bandut/bandul
      .Jurus Broneng
      .Jurus Tingkes
      .Jurus timpug
      .Jurus Kebut
      .Jurus Tiga
      .Jurus Galang Tiga
      .Jurus Galang Lima

      DAERAH IV
      Jurus Beksi
      .Jurus Gedig
      .Jurus Tancep
      .Jurus Ganden
      .Jurus Kebut
      .Jurus Broneng
      .Jurus Beksi Satu
      .Jurus Ganden Susun
      .Jurus Tingkes
      .Jurus Silem
      Jurus Timpug
      Jurus Tunjang/Petir

      Pelajaran senjata juga diberikan yaitu ilmu golok yang terdiri dari dua jurus yaitu jurus golok satu dan dua. Jurus golok satu dipecah lagi jadi jurus satu hingga jurus tujuh. Sedangkan jurus golok dua dipecah menjadi 2 jurus yaitu jurus satu dan dua.Kombinasi jurus baik tangan kosong maupun golok sangat sanagt penting dalam beksi sehingga bisa bercipata berbagai jurus lagi misalnya : Jurus bandut tepuok, jurus bandut galang, dll.

      Lu jual gue beli !!


      Lu jangan amen pukul aje, maen hakin sendiri. Pakelah ilmu padi, mangkin berisi mangkin merunduk


      06 July 2006

      STRUKTUR PENGURUS PPS BEKSI


      Stuktur Pengurus Pusat
      Perguruan Pencak Silat BEKSI
      Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan

      Dewan Penasehat :


      1. Bapak Husni Hasbullah


      2. Bapak Ir. Farid


      3. Bapak Udin Sakor


      4. Bapak Sahabudin SH, MM


      5. Bapak Hassan Hussin, SMIK
      Dewan Pelindung/Pembina :


      1. Yaser Arafat, SH

      2. Drs. Sofyan Hadi
      Dewan Kehormatan:


      1. Bapak Imron Hussen, SE

      2. Bapak Mardani, Lc
      Ketua Umum : H. Basir, SE
      Sekjen : Endang, S. H
      Bagian Sekertaris :


      1. Entom Rustam, S. Sos.I


      2. Jamil
      Bagian Bendahara :


      1. Rukhino

      2. Zaenal
      Bagian Penelitian dan Pengembangan :


      1. Adriansyah


      2. Kholis


      3. Andri


      4. M. Zaki Yamani

      5. Rizky
      Bagian Hubungan Masyarakat :


      1. Bapak Fathoni


      2. Bapak Ali


      3. Bapak Suyitno

      4. Bapak Mahdi
      Bagian Kerohanian :


      1. Ustadz Ali


      2. Ustadz Ridwan
      Bagian Perlengkapan:


      1. Saudara Ali


      2. Saudara Ahmad


      3. Saudara Maman

      4. Saudara Ruli