BERBAKTILAH ENGKAU KEPADA SESAMA INSAN
" Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan " Kunjungi Website kami di: www.silat-beksi.com

01 May 2013

Sosok H. HASBULLAH dimata muridnya:

-->
Bang Odie Kelana, adalah salah satu Murid Almarhum H. Hasbullah dari daerah Tanah Abang tepatnya Kebon Dalem yang masih tersisa. Dari raut mukanya memang tampak beliau sudah tidak muda lagi. Diusianya yang senja, beliau senantiasa ditemani dengan tongkat untuk membantu beliau berjalan. Tapi ada yang berbeda, walau postur tubuh sudah tidak kekar dan tegap lagi, namun ketika beliau memperagakan kepalan dan kuda kuda serta sikut dan tangkepan BEKSI, subhanallah tak telihat usia senja yang beliau jalani, pukulannya masih begitu kencang mengepal, sikut dan tangkapannya pun masih tetap terlihat kokoh, hasil tempaan dan produk sang Maestro H. Hasbullah masih tetap kentara menempel di tubuh beliau

Bang Odie Kelana dahulu adalah pemuda yang berasal dari Kebon Dalem Tanah Abang yang ingin menimba ilmu bela diri BEKSI dengan H. Hasbulloh. Bersama beliau ada 4 orang lainnya yang juga berasal dari satu daerah yang sama, Mereka terkenal dengan “5 Anak Tanah Abang” yang saat itu belajar ilmu bela diri BEKSI. Mereka itu adalah: bang Odi Kelana, Bang Rojik. (Alm), Bang Said Jawaz (Alm), Bang Hotib (Alm) dan bang Husin (Alm). Kesemuanya telah menghadap sang Khaliqnya, tinggal bang Odie Kelana lah saksi hidup “5 Anak Tanah Abang” yang menimba ilmu bela diri BEKSI.

Bersama bang Odie perbincangan tentang BEKSI kian lama kian seru, ini dikarenakan, disamping karena beliau adalah pelaku sejarah Perguruan Pencak Silat BEKSI beliau juga seorang pelatih BEKSI beliau juga dikenal sebagai team kreatif dan pemikir organisasi BEKSI pada zamaannya bersama sahabat dekatnya Bang Nafis dari Petukangan. Beliau juga menceritakan tentang ilmu bela diri BEKSI pada zamannya dahulu yang dipelajari dari H. Hasbullah memang terbilang unik dan spesial. Hal tersebut beliau katakan mengutip perkataan almarhum H. Hasbullah sebagai berikut: “Barang (baca: BEKSI) Kita Bagus, kite kasih orang sembarangan trus jadi jelek...khan kite yang pegel”. Hal tersebut beliau sampaikan dengan maksud bahwa bela diri BEKSI yang diajarkan di Perguruan Pencak Silat BEKSI adalah ilmu bela diri yang sudah bagus. Beliau sambi berkata: “Jadi mohon belajar BEKSI yang serius, pukulan, sikut, kuda-kudanya diperhatiin dan jangan cepet bosen kalo mo dapet ilmunya BEKSI”

Perbincangan dengan Odi kelana juga menggambarkan, bahwa Alm. H. Hasbullah adalah murid kesayangan H. Ghozali. Kedekatan tersebut, selain karena jurus yang dipunyai Hasbullah memiliki tingkat daya nalar dan teknik serta speed yang cepat, Hasbullah juga tinggal satu kampung dengan H. Ghozali dan masih memiliki huungan kekerabatan dengan beliau. Sehingga bila H. Ghozali hendak mengajar ke berbagai tempat di luar kota Jakarta, seperti  di Karawang, Subang, Cikampek, dll.  H. Ghozali kerap kali membawa serta H. Hasbullah untuk ikut beserta beliau. Tugasnya untuk membantu H. Ghozali dalam proses belajar mengajar di lokasi tersebut.

Namun, dikarenakan Hasbullah masih muda belia, darah muda yang mengalir dalam tubuh H. Hasbullah kerapkali merepotkan H. Ghozali. Karena seringkali, dibeberapa tempat latihan yang baru, H. Hasbullah sering berkelahi dengan warga sekitar yang hendak menjajal permainan pukul yang dimiliki putra Petukangan ini. Memang bila sepintas melihat perawakan tubuh H. Hasbullah yang kecil kurus, mungkin sempat terpikir dibenak orang yang hendak menjajal kebolehan pemainan pukul yang dimiliki H. Hasbullah: “masa iya, orang kecil begini bisa ngejatohin gue??”. Akan tetapi walhasil, dari beberapa perkelahian, justru dengan begitu, banyak diantara murid-murid yang belajar kepada H. Ghozali, adalah bekas orang-orang yang dijatuhkan oleh H. Hasbullah ketika berkelahi dengan beliau.

Beliau juga menceritakan bagaimana penyebaran ilmu bela diri BEKSI pada masa beliau menjadi murid almarhum H. Hasbullah. Pernah dikisahkan pada suatu hari, ketika para pemuda Kebon Dalem ingin mengundang H. Hasbullah untuk datang mengajar mereka Salah seorang guru silat yang di sebut dengan panggilan bang icang penduduk asli Kebon Dalem yang ingin mencoba permaenan H. Hasbullah. Seperti kebiasaan para jago-jago silat zaman dahulu, bila hendak mengajar di kampung orang, maka wajib menjatuhkan jago silat yang memiliki permainan silat di kampung tersebut terlebih dahulu.

Ketika itu, para warga setempat sempat ramai karena akan digelar perkelahian antara Jagoan bang Icang Jagoan Tanah Abang dengan H. Hasbullah Jagoan BEKSI dari Petukangan. Hingga pada akhirnya pengurus Masjid Al Muawanah Kebon Dalem, memfasilitasinya dengan menyediakan tempat pertarungan di depan halaman masjid tersebut. Berita pertarungan itupun kian hangat dibicarakan dipelosok daerah Kebon Dalem hingga wilayah Petukangan, antusiasme warga kian ramai mengingat kedua orang tersebut adalah tokoh persilatan yang disegani diwilayah mereka masing-masing.

Namun mendekati hari yang ditentukan, para sesepuh warga kebon Dalem dan orang-orang yang dituakan ketika itu menasehati bang Icang agar mengurungkan niat tersebut, mereka berpendapat:”Udah gak usah diterusin dah ributnya, biarin anak-anak sini pada belajar silat BEKSI, pan BEKSI juga silat Betawi juga, lagian kalo ada yang kalah ataupun menang, dua-duanya sama-sama orang Betawi”. Mendengar nasehat tersebut, hati bang Icangpun luluh ketika itu. Walhasil pertarungan itupun batal diadakan dan hasilnya H. Hasbullah beserta para muridnya dipersilahkan mengajar di daerah Kebon Dalem dengan damai. Malah pada akhirnya, Hasbullah dan bang Icang ini dikemudian hari menjadi sahabat yang saling hormat dan menghormati satu dengan yang lainnya.

Selanjutnya, belajarlah anak-anak, pemuda-pemudi Kebon Dalem yang mempelajari ilmu bela diri BEKSI ini, dikisahkan pula oleh bang Odie, bahwa cuma daerah Kebon Dalem inilah kelompok Latihan yang segala sesuatu kegiatannya, dari mulai latihan, kumpul, silaturahmi hingga dan ritual ujian kenaikan tingkat akhir serta perpisahan setelah usai menyelesaikan jurus-jurus ilmu bela diri BEKSI yang kesemuanya di adakan di area masjid. (ZD)

sumber berita: www.silat-beksi,com

No comments: