BERBAKTILAH ENGKAU KEPADA SESAMA INSAN
" Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan " Kunjungi Website kami di: www.silat-beksi.com
Showing posts with label Portal SilatIndonesia. Show all posts
Showing posts with label Portal SilatIndonesia. Show all posts

14 July 2015

Kegiatan Pesilat BEKSI



Perguruan Pencak Silat BEKSI atau yang lebih populer disebut dengan BEKSI Merah, memang mempunyai kebiasaan rutin di setiap harinya yaitu latihan bersama di KOLAT (Kelompok Latihan) yang tersebar di beberapa tempat yang ada.

Proses Belajar Mengajar di PPS BEKSI
Di KOLAT itulah para pebeksi ditempa dan menuntut ilmu bersama-sama memperdalam dan mempelajari seni ilmu beladiri BEKSI pada setiap waktunya. Kegiatan ini dimulai pada malam hari dari jam 19.00 s/d 20.00 W.I.B atau pada hari minggu dari jam 09.00 s/d 11.00 WIB. Kegiatan ini rutin diadakan pada setiap bulannya dibeberapa KOLAT. 


Bang Hamdih salah seorang
Pelatih PPS BEKSI

04 May 2013

Artikel kecil yang berpengaruh besar

-->
Beliau juga mengatakan sambil bercerita, bahwa ketika pada masa beliau sempat terbit artikel yang mengangkat cerita tentang  Lie Tjeng Hok dengan BEKSI sebagai pemainan bela diri betawi. Beliau menelusuri sendiri dimana lokasi kantor redaksi dimana artikel tersebut dicetak. Alhamdulillah karena kegigihan dan faktor kedekatan beliau dengan berbagai awak media saat itu, usaha beliau dalam meminta naskah asli dari majalah tersebut menuai hasil. Beliau kembali dengan membawa pulang Artikel bersejarah yang diterbitkan oleh Majalah tersebut. 

15 August 2012

Silat Melanjung berkat The Raid

 
Film The Raid karya Gareth Huw Evans meraih penghargaan spesial dalam Jogja-Netpac Asian Film Festival 2011 karena mempromosikan pencak silat melalui sinema.
Presiden Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) 2011 Garin Nugoro pada acara penutupan JAFF di Yogyakarta, Sabtu, mengatakan film yang masuk dalam festival film internasional Toronto mampu menampilkan karakter cerita yang kuat.

Film itu menarik karena berkisah tentang silat sebagai bagian dari kebudayaan Indonesia. Gareth berhasil menyampaikan pesan tentang silat sebagai pertunjukan budaya,” katanya.
Ia mengatakan film tersebut memiliki karakter personalitas yang kuat dalam setiap adegan.
Menurutnya, film pembuka karya Gareth pada JAFF 2009 juga memenangkan audience choice award di Fantastic Fest Austin, Texas dan mendapatkan anugerah film terbaik pada 2010 dalam action fest di North Carolina, Amerika.

02 May 2012

Nilai Luhur Milad PPS BEKSI Ke 2


Acara Milad PPS BEKSI ke 2 yang diadakan pada tanggal 29 April 2012 bertempat di daerah Petukangan, Jakarta selatan.. pada kesempatan kali itu ada yang sedikit berbeda dari biasanya..pasalnya pada hari jadi PPS BEKSI yang ke 2 kali ini, rekan panitia berinisiatip mengundang para sahabat-sahabat dari Perguruan Pencak Silat BEKSI yang ada di seluruh jakarta, juga beberapa perguruan-perguruan pencak silat dari aliran lainnya yang ada di Jabodetabek dan sekitarnya.

28 March 2012

PILKADA DKI Cari Pemimpin Sejati....


Pilkada DKI Jakarta yang digelar tahun ini dinilai lebih baik dibandingkan tahun 2007. Alasannya, karena bertabur kandidat yang berkualitas dan mempunyai peluang merata.

"(Banyak pasangan) Ini sangat bagus, membuat pemilu lebih kompetitif dan berkualitas. Karena akan terjadi kompetisi yang tidak monoton, tidak monopoli sebagaimana tahun 2007," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia, Andrinof A Chaniago saat berbincang dengan detikcom, Rabu (21/3/2012).

Andrinof mengatakan tidak saja jumlah peserta yang lebih banyak dari pilkda sebelumnya sehingga memberikan pilihan alternatif yang banyak bagi masyarakat, tapi para kandidat yang bertarung juga mempunyai kemampuan intelektual dan kepemimpinan yang telah teruji.

02 March 2012

Jurus Panca Lima hasil Cipta Maestro BEKSI H.Hasbullah

Atas kesepakatan dari Dewan Pendekar, salah satunya adalah Ir. Farid Bustomi, H. Basir, SE, bapak Sahabuddin (Udin Saqor) di kediaman salah seorang anggota PPS BEKSI di daerah Serang Banten, maka diturunkanlah jurus terakhir dari PPS BEKSI yang bernama Jurus Panca Lima hasil buah cipta dan karsa serta karya terbesar dari alm. H.Hasbullah sebelum beliau meninggal dunia.

Sudah hampir 23 tahun yang lalu tepatnya tahun 1989, jurus ini masih dipegang teguh oleh dua orang murid alm. H.Hasbullah (Ir.Farid dan H. Basir,SE) dan belum sempat diturunkan kepada generasi penerus PPS BEKSI yang lainnya. Perlu diketahui bahwasanya jurus Panca Lima ini diwariskan kepada dua orang, dan tidak dapat diturunkan kecuali dengan campur tangan dari dua orang tersebut di dalam memperagakan jurus Panca Lima tersebut. Hal ini berguna untuk menjaga dan memelihara keaslian dan keotentikan serta kemurnian dari jurus tersebut sesuai dengan apa yang diamanahkan oleh alm. H.Hasbullah. Selain itu pula, dari segi gerakan, jurus inipun merupakan gambaran dari strategi bertahan dan sekaligus menyerang yang diperagakan dan diilhami dari sambut makna langsung yg diperagakan oleh 3 orang, antara murid dan guru yaitu antara alm. H.Hasbullah+Ir.Farid+H.Basir,SE dan disaksikan oleh bapak Sahabuddin ketika beliau masih menjadi murid alm. H. Hasbullah.

20 November 2011

BEKSI Nyalakan Merahmu di Sea Games XXVI

Tanggal 12 November 2011 kami dengan serombongan para pesilat Perguruan Pencak Silat BEKSI jam 07.00 WIB sudah berkumpul di Markas Besar PPS BEKSI di bilangan Petukangan Utara, Ya hari ini insya Allah kami beserta rombongan dari 3 hari yang lalu sudah mempersiapkan diri untuk menghadiri acara perhelatan akbar pembukaan Sea Games XXI tahun 2011 untuk kategori cabang Pencak Silat yang akan di buka sebagai acara grand opening turnament di lokasi Padepokan Pencak Silat Indonesia, Jakarta.

Pada kesempatan kali ini, Perguruan Pencak Silat BEKSI yang di gawangi oleh H. Basir CS memang tidak main-main dalam mempersiapkan kehadirannya di ajang pembukaan tournament ini, karena moment seperti ini memang merupakan moment penting yang tidak boleh tidak di hadiri, karena merupakan titik tolak keberadaan Perguruan Pencak Silat BEKSI yang merupakan aliran seni dan budaya serta olahraga yang unsur dasarnya adalah olahraga seni bela diri. Sekaligus pada kesempatan yang berharga ini, Perguruan Pencak Silat BEKSI juga turut serta memberikan dukungan support bagi kontingen Indonesia yang akan bertanding di Sea games XXVI ini, besar harapan kami moment yang berharga ini menjadi moment penting untuk lebih mengenalkan silat pada Generasi Muda Indonesia agar tetap terus mencintai dan melestarikan serta terjun langsung dalam upaya menumbuhkembangkan olah raga seni ilmu bela diri silat yang merupakan warisan budaya dan kesenian serta olahraga yang berasal dari bumi tercinta Indonesia.

20 October 2011

24 August 2011

silat BEKSI

BEKSI dalam Sketsa Malam


"Hup....Hup...Sikut....Ganden! Tancep!!"....

Sayup-sayup suara teriakan dari kejauhan terdengar memecah di kesunyian malam. yah...malam itu kira-kira pukul 7.30 malam beberapa instruktur pelatih Perguruan Pencak Silat BEKSI sedang mengajar di tengah-tengah permukimam penduduk di tengah-tengah kota Jakarta. Latihan rutin yang biasa dilaksanakan setiap minggunya, memang semakin hari kian marak pengikut dan pemerhatinya. dari kalayak yang anak-anak...pemuda serta pemudinya, tak turut ketinggalan para bapak-bapak yang selesai dari pulang kantor...semua berduyun-duyun datang ke tempat latihan yang dikenal oleh Perguruan Pencak Silat BEKSI dengan nama KOLAT (Kelompok Latihan).
Kesemuanya berbaur menjadi satu, tak pandang tua dan tak melihat muda... tak ada strata yang membedakan mereka selain satu ikatan persaudaraan dalam bentuk Perguruan Pencak Silat BEKSI. semua begitu bersemangat dan antusias, hal tersebut terlihat jelas dari keseragaman pakaian maupun atribut baju pangsi dan celana pangsi merah yang mereka kenakan. semua terasa begitu bergelora...begitu bersemangat semerah baju latihan yang mereka kenakan! subhanallah......

Sebelum memulai latihan, terlihat ditengah-tengah kerumunan para peserta didik Perguruan Pencak Silat BEKSI memberikan wejangan dan instruksi sebelum mereka melaksanakan kegiatan belajar mengajar ilmu bela diri BEKSI. sekaligus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, agar segenap latihan yang mereka kerjakan dapat bermanfaat bukan hanya untuk yang belajar saja, tapi dapat di amalkan kepada orang lain sebagaimana layaknya semboyan dari kepanjangan kata BEKSI yang berarti :"Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan".

Sekilas tampak dari jauh...setelah ritual singkat serta wejangan dari para instruktur pelatih, para peserta didik menempati posisi mereka masing-masing sesuai jenjang tingkatan jurus yang mereka miliki dan yang telah mereka dapati melalui jalur kenaikan Tingkat yang senantiasa diadakan per 3-4 Bulan sekali. Yang bertujuan utama untuk mengevaluasi hasil belajar mengajar yang telah berjalan di KOLAT-KOLAT yang ada, sehingga melalui kenaikan tingkat tersebut dapat di ketahui perkembangan dan kekurangan dari peserta didik juga program latihan yang telah di jadwalkan berdasarkan kurikulum belajar mengajar yang dikeluarkan dari Organisasi Pusat Perguruan Pencak Silat BEKSI.

Latihan yang mereka lakukan, sangat berfariasi dan begitu atraktif. hal tersebut dikarenakan methode pelatihan yang terarah dan terprogram sehingga dapat mudah dicerna oleh para peserta didik yang nota benenya terdiri dari berbagai macam tingkat pendidikan dan usia. hal tersebut menambah credit point tersendiri bagi perguruan ini dalam menyebar luaskan ilmu silat BEKSI. Selain itu pula, tampilan dari Jurus-Jurus Perguruan Pencak Silat BEKSI yang menurut kami bisa dikatakan lumayan mematikan, cepat, keras dan terkesan simple serta tepat mengenai pada sasaran. Maka tak jarang, di sela-sela latihan pematangan jurus...ada beberapa latihan mortal art atau seni pertarungan menggunakan jurus-jurus2 yang mereka pelajari. Mortal Art versi Perguruan Pencak Silat BEKSI ini lebih dikenal di kalangan merekan dengan sebutan "Sambut Makna" artinya bersambut/ berkelahi dengan menggunakan Jurus-Jurus Perguruan Pencak Silat BEKSI yang disertai dengan artikulasi gerakan pergerakan dari setiap gerakan yang terkandung dalam jurus-jurus ilmu beladiri BEKSI.

Pada saat "Sambut Makna" inilah, banyak dari warga setempat, yang bukan hanya melihat...tapi juga bertepuk tangan sekaligus takjub dengan artikulasi yang di peragakan oleh para peserta didik yang umumnya baru belajar Ilmu Silat BEKSI tapi sudah mampu memperagakan dan menampilkan atraksi seni pertarungan layaknya sebuah pertarungan profesional. Hal tersebut tetap dalam pengawasan para pelatih, untuk menghindari cedera maupun luka akibat salah pukul dan sikut serta lain-lainnya. Maklum, menurut mereka ada istilah, "Kalo Motor atau mobil ada remnya....tapi kalo tangan atau kepelan mana ada rem nya!". hahahah. memang wajar ada istilah tersebut, mengingat setiap makna dari setiap gerakan ilmu silat BEKSI begitu keras dan cepat, sehingga kalo bole di bilang, tak ada satu gerakanpun dari ilmu silat BEKSI yang keluar entah dalam bentuk pukulan, sikut, maupun tangkisan yang tidak ada makna dan artinya. kesemuanya mempunyai arti dan kegunaan yang berfariasi, sehingga ada istilah: "kalo pukulan sudah keluar, rugi besar kalo balik tidak mengenai sasaran"!!!

Sesaat kami terpikir.....

Sungguh, potret perguruan Pencak Silat BEKSI beserta pelatih dan para peserta didiknya adalah cerminan pendekar-pendekar kecil yang memikul warisan budaya tanah air kita yang patut kita banggakan. yang merupakan asset yang tak ternilai harganya. Sempat kami menitikkan air mata....alangkah berbangganya para pendiri bangsa ini, apabila beliau-beliau dapat menyaksikan para generasi-generasi penerus perjuangan mereka, tetap terus berupa menjaga warisan kesenian dan kebudayaan dari bangsa yang kita cintai ini. Tak mungkin bisa bayar keringat dan semangat mereka dengan uang dalam jumlah apapun.....yang dengan ikhlas dan penuh kesederhanaan berjuang untuk tetap berupaya melestarikan kebudayaan dan kesenian ilmu bela diri silat, agar dapat menjadi tuan di negara kelahirannya sendiri.
Pesan kami untuk mu wahai pendekar-pendekar hati....

Jadilah kalian garda terdepan dalam melestarikan budaya dan kesenian kita...jangan pantang menyerah maju terus, karena bukanlah tidak mungkin segala sesuatu yang "BESAR" di mulai dari hal-hal yang sangat kecil. Tetaplah pada jiwa sederhana dan tawadhu, karena kebesaran yang hakiki adalah milik Tuhan. Jangan cepat berpuas diri dan jangan pernah lelah untuk tetap berbuat...berbuat,,,,berbuat dan berkarya, karena hidup ini adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh liku dan rintangan. Jangan pernah bosan berbuat baik dan menjadi baik.... karena hal itulah yang akan dapat meruntuhkan segala bentuk keburukan dan ketidak baikan. 


Terus berbuat Baik.....
Terus Berkarya.....

Bravo Perguruan Pencak Silat.......








29 July 2011

Website PPS BEKSI

 BRAVO WEBSITE 
PERGURUAN PENCAK SILAT BEKSI
www.silat-beksi.com

Tak kenal...maka tak sayang....

Begitulah kata yang pantas untuk para sobat silat dimanapun anda berada. Puji syukur kami panjatkan ke hadirat ilahi...akhirnya dengan segala daya upaya, rampung pula pembuatan website Perguruan Pencak Silat BEKSI yang bertujuan utama adalah memberikan informasi serta ajang silaturahmi para anggota dan pengurus serta Perguruan Pencak Silat BEKSI juga para sobat silat dari berbagai macam dan corak budaya perguruan dimanapun berada.

Walau masih dalam taraf pembenahan dan penyusunan....semoga, website kami ini mampu memberikan kontribusi nyata seiring dengan misi kami, yaitu menjadikan ilmu seni beladiri SILAT menjadi kebanggaan serta menjadi Tuan Rumah di negaranya sendiri. Hal tersebut dipandang karena keprihatinan kami dengan semakin berkurangnya minat para generasi muda pada khususnya serta para warga negara kita untuk turut andil dalam memajukan dan melestarikan kesenian dan kebudayaan ilmu seni bela diri silat sebagai warisan yang tak ternilai harganya.

Besar harapan kami, melalui website ini....dapat memberikan warna dan nafas baru dalam memotivasi seluruh lapisan dan element masyarakat untuk turut ambil bagian dalam melestarikan seni ilmu bela diri silat ini. Dan kami segenap anggota sekaligus pengurus Perguruan Pencak Silat BEKSI menghaturkan ribuan terima kasih kepada seluruh crew yang telah membantu dalam mendesign website www.silat-beksi.com 


Maju terus BEKSI.....
Tetap terus berkarya.....
Tetap terus berbuat.....
Tetap terus berjaya.....

"Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan"


Sumber: www.silat-beksi.com
 

12 July 2011

Budaya Betawi


 PALANG PINTU...BETAWI PUNYE GAYE

Acara Festival Palang Pintu yang dihelat di Jalan Kemang Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Festival Kemang kali ini mengangkat tema "Festival Palang Pintu Enam dan Gelar Budaya 2011".

Acara rutin tahunan yang dibuka Gubernur DKI Fauzi Bowo pada Sabtu kemarin ini, sore tadi ditutup presenter kawakan yang juga bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Tantowi Yahya. Dalam sambutannya, Tantowi berharap event tersebut kelak menjadi event bertaraf internasional.

“Bila saya mendapat kesempatan dan kepercayaan untuk memimpin Jakarta tahun depan, saya ingin meningkatkan  festival palang pintu ini di tingkat internasional, sehingga festival ini menjadi salah satu agenda kunjungan wisata internasional seperti yang saya pernah kunjungi di berbagai negara,” kata Tantowi di hadapan ratusan pengunjung Festival Palang Pintu, Minggu (5/6/2011).

Menurut dia, festival ini menjadi bukti bahwa masyarakat dan budaya Betawi merupakan etnis yang sangat religius, terbuka, dan egaliter. Betawi, kata Tantowi, merupakan masyarakat yang mampu menerima masyarakat pendatang dari kultur manapun.

“Masyarakat betawi mampu menjadi tuan rumah yang baik. Tuan rumah yang tidak hanya melindungi warganya,  tapi tuan rumah yang sangat baik dalam melayani warga pendatang,” tukas Anggota Komisi I DPR ini.

Festival Palang Pintu dinilai sebagai bentuk komitmen yang tinggi dari pemuda betawi untuk menjunjung tinggi warisan dan nilai-nilai kebudayaan Betawi. Karenanya, acara tersebut patut diberi apresiasi tinggi.

“Selain bisa menjadi ajang silaturahmi antar masyakarat, festival ini juga dapat menjadi media pembelajaran bagi siapa pun tentang  beragam kebudayaan Betawi yang religius, terbuka, dan egaliter. Sebagai artis, saya pribadi banyak mendapat inspirasi dari tokoh Betawi seperti Benyamin Sueb, Haji Bokir, dan lain-lain,” pungkasnya.

27 May 2010

Melestarikan silat BEKSI

Ciaat! Silat Betawi Rasa Shaolin

Kalau menyebut kata 'pendekar', yang terbayang adalah orang kekar berwajah garang. Senjata tajam entah pisau atau golok, mungkin terselip di pinggang. Namun dua pria yang ditemui detikcom, jauh dari kesan itu.

Yang satu tinggi berkacamata, satu lagi pendek dan agak gemuk. Keduanya ramah dan banyak guyon. Rasanya hampir tidak percaya kalau mereka adalah pendekar pencak silat Beksi dari Betawi."Wah kirain belum sampe, nyok masuk," sapa Haji Basyir (41) dengan logat Betawi kental kepada detikcom di rumahnya di Jl KPBD, Kampung Baru, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (25/5/2010).

Haji Basyir adalah Ketua Umum Perguruan Pencak Silat (PPS) Beksi H Hasbullah, sementara temannya Endang, adalah Koordinator Pelatih di PPS Beksi H Hasbullah. Dalam obrolan sore itu, Basyir membandingkan pencak silat dengan karate, taekwondo dan sejumlah beladiri lain yang menjadi eskul di sekolah."Di Jakarta, pencak silat jarang jadi eskul di sekolah kalau dibanding olah raga bela diri dari luar. Aneh kan? Padahal silat adalah budaya bangsa sendiri," kata Basyir.

Pencak silat, juga merupakan bagian yang tidak bisa dilepaskan dari budaya Betawi. Basyir menjelaskan silat Betawi tidak hanya Beksi. Menurut Basyir, ada juga silat Cingkrik, Kotek, Honje, Golok Seliwa dan Mustika Kwitang. Belum lagi, silat Cimande asal Jawa Barat dan Banten yang ikut meramaikan khasanah ilmu beladiri di Jakarta, namun lagi-lagi pamornya dikalahkan dengan ilmu beladiri dari China, Jepang, Korea dan Brazil.

Banyak juga perguruan yang bubar atau hilang, ketika sang guru meninggal. Para pengurus Beksi kini berencana membuat yayasan agar bisa mempertahankan paguyuban para pendekar Beksi."Kita sudah masuk Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), tapi Beksi belum bisa ikut pertandingan. Kita dianggap keras tekniknya, padahal pertandingan ini menjadi salah satu cara mempopulerkan Beksi," ungkapnya panjang lebar.

Di tengah obrolannya itu, Basyir dan Endang pun memperaktekkan beberapa jurus Beksi. Gerakannya cepat dan banyak permainan tangan. Sekilas jadi mirip dengan aikido, bela diri kegemaran aktor Steven Seagal. "Gerakan dan jurus Beksi murni kekuatan fisik, kecepatan berpikir untuk melumpuhkan musuh. Jadi, kita tidak menggunakan ilmu tenaga dalam," tegasnya.Dalam Beksi ada ada 9 formasi, 12 jurus dan 6 jurus kembangan yang harus dikuasai setiap murid.

Beksi mengandung filosofi dari setiap hurufnya, 'Berbaktilah Engkau Kepada Sesama Insan'. Filosofi ini menjadi landasan kebijaksanaan para pendekar Beksi. Sementara kata 'Beksi' aslinya berasal dari bahasa China, Bek berarti pertahanan, Si berarti empat. Sehingga Beksi berarti empat pertahanan. Kenapa memakai bahasa China? Rupanya silat Beksi adalah hasil akulturasi budaya China dan Betawi.Basyir pun mengisahkan, silat Beksi diciptakan Lie Cheng Oek, warga keturunan China yang tinggal di Kampung Dadap, Tangerang, Banten. Lie adalah seorang pendekar silat beraliran Shaolin Utara di China. "Beliau diakui bersama sebagai guru besar yang pertama di Indonesia. Tepatnya di wilayah Tangerang dan Jakarta yang daerahnya dihuni oleh komunitas masyarakat etnis Betawi," ujarnya.Ilmu Lie Cheng Oek diturunkan ke anaknya Lie Tong San, dan lalu diturunkan lagi ke cucunya, Lie Gie Tong.

Selain itu, Lie Cheng Oek juga punya beberapa murid lain yaitu Ki Marhali, Engkong Haji Ghozali dan Engkong Haji Hasbullah. Lie Gie Tong pun mengakui ketiga orang ini sebagai pewaris ilmu sang kakek. Pencak silat Beksi banyak berkembang di Jakarta Selatan seperti di Cipulir, Kebayoran Lama, ada juga di Bintaro, Karawang dan Bekasi.

"Harapan kita, agar Beksi atau pencak silat lainnya tidak hilang ditelan zaman dan kalah dengan bela diri asing yang masuk ke sini," ujar Basyir berharap.Baysir mengatakan, Beksi juga digemari oleh orang asing. Silat Beksi juga sudah dipelajari sejumlah orang dari beberapa negara. "Nah, kenapa kita sendiri tidak mau belajar silat? Gerakan dan jurus kita berbeda, nggak apa-apa. Yang penting, pencak silat tetap jadi tuan rumah di negeri sendiri," ungkapnya.

Sumber: http://m.detik.com/read/2010/05/26/162101/1364601/159/ciaat-silat-betawi-rasa-shaolin

24 October 2007

Pesilat Batam

PESILAT BATAM SABET MEDALI EMAS

Usai sudah perhelatan para pesilat Perisai Diri dalam arena Perisai Diri International Championship (PDIC) V Jawa Barat 2007. Kejuaraan yang dibuka oleh Menpora, Dr. Adhyaksa Dault, SH, MSi, pada tanggal 3 Juli 2007 di GOR C-Tra Arena Bandung ini diikuti oleh lebih dari 400 orang atlet silat dari berbagai Daerah Perisai Diri di Indonesia dan Komisariat Perisai Diri dari luar negeri. Saat ini Perisai Diri memiliki 32 Pengurus Daerah di Indonesia dan 8 Pengurus Komisariat manca negara, yaitu Australia, Belanda, Jepang, Timor Leste, Amerika Serikat, Inggris, Jerman dan Swiss. Sebagaimana dalam PDIC IV yang diselenggarakan di Yogyakarta tahun 2005, Piala Presiden RI untuk Juara Umum I kali ini kembali disabet oleh Jawa Timur dengan perolehan medali 11 emas, 4 perak dan 6 perunggu.
Jawa Barat sebagai tuan rumah menduduki peringkat Juara Umum II dengan 7 emas, 10 perak dan 5 perunggu dengan memboyong Piala Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Sedangkan Juara Umum III dengan Piala Menteri Koordinator Bidang Perekonomian diraih oleh Bali dengan 6 emas, 6 perak dan 5 perunggu.
Batam yang sebelumnya telah menyiapkan sepuluh orang atlet untuk bergabung dalam kontingen Kepulauan Riau hanya bisa mengirimkan dua orang atlet dan satu orang ofisial karena keterbatasan dana yang ada. Pada hari pertama, Asfian Rosadi atlet Perisai Diri Batam berlaga dalam Pertarungan Bebas Kelas D Putra. Dalam kelas yang diikuti oleh pesilat dengan berat badan di atas 60 kg s.d. 65 kg ini, pertarungan Asfian dengan lawannya dari Nusa Tenggara Timur tampak seimbang dan akhirnya ia kalah angka setelah berlaga saling mengadu kemampuan ilmu silatnya. Pada hari yang sama, Asfian harus kembali berlaga membela nama Batam dalam kategori Serang Hindar Kelas B Putra melawan pesilat dari DKI Jakarta. Dengan sisa kemampuan yang ia miliki, Asfian gagal untuk menembus babak semifinal. Karena hanya dua atlet yang kami kirim, terpaksa Asfian merangkap dalam dua kategori pertandingan, sehingga memecah konsentrasinya. Setelah sebelumnya bertarung habis-habisan melawan pesilat dari NTT di Kelas D, dengan sisa kemampuan yang masih ada Asfian gagal kembali di kelas Serang Hindar, kata Agus Winarno, ofisial tim Perisai Diri Batam.
Hari berikutnya, Ricky Mendoza yang sebelumnya pernah menyabet medali perak pada PDIC II Jatim 1995, berlaga dalam Pertarungan Bebas Kelas Bebas Khusus Putra berhadapan dengan pesilat dari Sumatera Barat. Kelas Bebas Khusus ini diikuti oleh pesilat Perisai Diri khusus level Asisten Pelatih tanpa klasifikasi berat badan. Dalam babak penyisihan ini, Ricky menang mutlak dengan skor 5-0 setelah berhasil mengalahkan lawannya dengan beberapa teknik jatuhan yang sempurna. Melaju ke babak semifinal, Ricky berhadapan dengan pesilat Nusa Tenggara Timur. Dengan kombinasi teknik pukulan dan tendangan yang dinamis, kembali Ricky dinyatakan oleh tim wasit juri sebagai pemenangnya sehingga menghantarkan ia ke babak final.
Di babak final, pertarungan sengit antara Ricky dengan pesilat dari Bali berakhir dengan jatuhnya satu medali emas untuk Batam. Selain mendapatkan medali emas, Ricky juga mendapatkan Piala Ketua Umum Perisai Diri Pusat. Dengan mendapatkan satu medali emas menjadikan Batam menduduki peringkat IX, setingkat di bawah Australia yang memperoleh satu emas dan satu perak. Dalam rapat evaluasi yang diadakan di Sekretariat Pengcab Perisai Diri Batam yang beralamat di Perumahan Taman Mediterania Tahap II Blok HH2 No.19 Batam Center kemarin malam (11/7), Perisai Diri Cabang Batam menyatakan akan terus melakukan pengkaderan atlet dengan fokus utama atlet remaja.
Atlet-atlet ini akan dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan, baik intern Perisai Diri maupun antar perguruan Pencak Silat. Saat ini pembinaan atlet remaja kita pusatkan di SMP Al-Azhar Baloi Indah setiap Sabtu sore dan Minggu pagi, kata Agus yang juga menjadi pengelola website http://www.perisaidiri.cjb.net/ di internet ini. Ia mengharapkan bahwa atlet-atlet Perisai Diri Batam dapat turut mengharumkan nama Batam maupun Indonesia di berbagai even, baik dalam skala regional, nasional maupun internasional. Semoga atlet kami dapat ikut terjun dalam Popda maupun Porda mendatang, imbuhnya.

Selamat Untuk Bung Prabowo

Prabowo Kembali Pimpin PB IPSI



Letjen TNI (Purn) Prabowo Subianto kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) periode 2007-2011 dalam Musyawarah Nasional (Munas) IPSI yang berakhir di Padepokan Pencak Silat TMII Jakarta, Jumat. Pengukuhan mantan Pangkostrad itu sebenarnya hanyalah sekedar formalitas karena Prabowo sudah diputuskan sebagai Ketua Umum secara aklamasi malam sebelumya, dimajukan dari rencana Jumat pagi. Usai dinyatakan secara resmi sebagai Ketua Umum IPSI untuk kedua kalinya, Prabowo langsung melakukan gebrakan, yaitu memecat Andi Mapaganti sebagai manajer tim Pelatnas silat SEA Games 2007.


Andi Mapaganti adalah mantan walikota Jakarta Timur yang selama Munas merupakan pendukung Rachmat Gobel, saingan Prabowo. Selain itu, Prabowo juga akan membuat langkah yang mengejutkan, yaitu merombak total Pelatnas silat yang saat ini sedang berjalan dan persiapan yang hanya tinggal tiga bulan lagi menuju SEA Games 2007 yang akan berlangsung Desember mendatang. Tim Pelatnas yang saat ini sedang berjalan dirombak dan dibentuk kembali. Tim Pelatnas yang saat ini berada di Kalimantan akan dipanggil lagi untuk dibentuk tim Pelatnas yang baru, kata Prabowo dalam kata sambutannya.


Prabowo menegaskan bahwa di SEA Games mendatang, pencak silat harus merebut kembali dominasi yang dalam beberapa tahun terakhir ini diambil alih Vietnam. Kita harus merebut kembali dominasi pencak silat di SEA Games, katanya. Sementara itu Rachmat Gobel yang kalah dalam pertarungan itu, secara terpisah dalam waktu yang bersamaan mengadakan pertemuan dengan perwakilan Pengurus Daerah pendukungnya. Dalam pertemuan itu, Rachmat menyampaikan kekecewaannya dengan jalannya Munas yang penuh rekayasa dan telah mencederai semangat demokratis yang seharusnya dijunjung tinggi, sesuai dengan filosopi para pendekar peserta Munas.


Dari awal Munas yang diikuti 33 Pengurus Daerah dan 15 perguruan itu, Rachmat menyatakan telah mencium adanya rekayasa untuk menyingkirkannya sebagai ketua umum. Salah satu rekayasa tersebut adalah dihilangkannya pasal tata tertib yang mengharuskan calon menyampaikan visi, misi, dan program yang akan dilakukan jika terpilih sebagai ketua umum. Kamis malam, Rachmat akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri secara total dari PB IPSI karena Munas dianggap sudah berkembang tidak sehat.


Meski sudah menyatakan mundur dan tidak ingin terlibat dari kepengurusan di IPSI, Rachmat tetap akan aktif sebagai Ketua Harian Persilat, organisasi silat internasional yang juga berkantor di komplek Padepokan Pencak Silat TMII. Sementara itu kubu Prabowo terkesan menutup diri dan enggan untuk berhubungan dengan wartawan yang ingin mewancarainya, baik sebelum Munas berlangsung maupun setelah Prabowo resmi terpilih. Prabowo hanya meminta bawahannya untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan, tanpa bersedia lebih jauh menjelaskan pertanyaan mengenai evaluasi dan program-program yang akan dilakukannya untuk periode 2007-2011