| SERAMBI KAMI |

Nama Perguruan: Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah
Sekertariat Umum: Jl. Cileduk Raya No. 18A/4 Ruko ITC Cipulir Mas Lt. 02, Cipulir, Kebayoran Lama Jakarta Selatan. 12230, Indonesia
Info & Pendaftaran: Anda Dapat menghubungi:
H. Basir, SE 08159953219 atau Endang, S.H 08131666807
Profil Lebih Detail
|
| BERANDA BEKSI |
Jakarta & Sekitarnya

|
| BERITA TERKINI |
|
| ARSIP BERITA |
|
|
Technorati Profile
Add to Technorati Favorites
| IDENTITAS ANDA |


|
| |
| |
|
| 17 October 2006 |
| Sisi Lain |
From: silatbogor@yahoogro ups.com [mailto: silatbogor@yahoogro ups.com ] On Behalf Of aryanav k. purnama Sent: 13 Oktober 2006 16:04To: milis silat bogor Subject: [silatbogor]
liputan silat di progran sisi lain transtv
setelah melobi beberapa produser utk menayangkan pencak silat di programnya, akhirnya program sisi lain bersedia untuk meliput silat dan sisi-sisi lainya. acara peliputan akan dimulai setelah libur lebaran, jadi sekitar tgl 28 okt. sedangkan tanggal penayangannya di tgl 15 nov 06 jam 13.30 wib.
untuk materinya sebagai berikut: segmen pertama akan diisi dg silat di berbagai umur. segmen kedua akan diisi dg silat pengobatan dan tenaga dalam. segmen ketiga akan diisi dg silat lidah.
nah untuk di silat di berbagai umur rencananya kan mengambil murid bang ijul sabeni yg berumur 60th lebih(profil orang tua), cucunya babe zakaria mustika kwitang(profil anak2) dan untuk profil gadis abg yg blajar silat blm ketemu?
untuk pengobatan silat nampon dan untuk tenaga dalam ps. sin lam ba.
gimana teman2, ada masukan?
tq ARYANAV KARIM PURNAMADivisi Pemberitaan - TransTVGedung TransTV, Lt.3Jalan Tendean, Kavling 12-14 A, Jakarta 12790Telp. +62-21-79177000 psw. 4016 Hp. +62-815-1881861 Fax. +62-21-79184558 |
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 11:48 AM   |
|
|
|
|
| Gulat Yukk |
DJARUM SUPER GRAPPLING CHAMPIONSHIP 2006 Sabtu, 9 Desember 2006Di Hall Gulat (Pintu 5), Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta
PusatPendaftaran/Penimbangan: 8:00 WIB Rapat Peraturan: 10:00 WIBPertandingan: 11:00 WIBFederasi Grappling Indonesian (FGI) hendak menyampaikan undangan kepada semua partisipan seni bela diri untuk menghadiri Djarum Super Grappling Championship pada 9 Desember 2006 di Senayan, Jakarta Pusat. Kejuaraan ini merupakan suatu kesempatan yang sangat baik bagi para siswa/siswi seni bela diri di Asia Tenggara, termasuk Judo, Gulat, Jiu-Jitsu, Sambo, Aikido, Hapkido, Jeet Kun Do, Tai-Chi, Karate, Pentjak Silat, Kung Fu dan berbagai seni bela diri lainnya untuk bergabung dan berkompetisi dan saling bertukar teknik-teknik dalam suasana yang bersahabat dan kompetitif. Semua gaya bela diri akan diterima untu bergabung dalam kompetisi ini. Peraturan kompetisi telah dibuat sedemikian rupa merangsang aksi-aksi cepat dan pelumpuhan. Namun sebaiknya janganlah berpihak terhadap suatu gaya tertentu karena angka-angka akan diberikan bila dapat melakukan posisi-posisi dan teknik-teknik dari berbagai seni bela diri yang telah disebutkan sebelumnya. Submission grappling adalah seni bela diri yang berkembang paling pesat didunia dan misi kami adalah untuk mengembangkan dan mensosialisasikannya di Indonesia. Olah raga ini sangat kompetitif dengan menampilkan atlit-atlit yang mendemonstrasikan teknik-teknik, kemampuan dan kondisi fisik dan psikologis, dengan tujuan melumpuhkan lawan tanpa menggunakan tinju, tendangan atau berbagai bentuk aksi pukulan. Gerakan-gerakan yang sah adalah gerakan yang dapat membawa lawan ke lantai, dan menetralisasi, melumpuhkannya, dan mencekiknya atau memberikan tekanan pada bagian-bagian tubuh yang dapat dipuntir. Kompetisi adalah garis besar dari olah raga ini dan merupakan aspek yang paling penting bagi mereka yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat didalamnya. Namun, kemenangan tidak akan diberikan begitu saja; pertandingan yang sportif selalu menjadi petunjuk utamanya. Dengan demikian, ada beberapa gerakan yang tidak diperbolehkan seperti menggigit, menjambak, mencolok mata lawan, mulut atau hidung, memukul area vital lawan, memuntir jari dan gerakan lain yang dapat mendapatkan keuntungan yang tidak adil dengan menggunakan tinju, kaki, siku ataupun kepala. Perilaku etis adalah hal yang memberikan kredibilitas dan keamanan bagi olah raga, dan merupakan hal yang tidak dapat dihilangkan dari olah raga apapun. Melalui standar perilaku yang tinggi, olah raga ini telah mencapai tingkatan spektakuler didunia. Dengan demikian, karena submission grappling suatu hari akan menjadi bagian dari pertunjukan olah raga yang paling hebat didunia, yaitu olimpiade, kami perlu mempromosikan submission wrestling sebagai suatu olah raga di Indonesia pada saat ini. Dengan berbagai pemikiran ini, kami berharap Anda akan mendukung Djarum Super Grappling Championship pada 9 Desember 2006 di Hall Gulat, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat. Biayanya adalah Rp.50,000 buat peserta dan gratis buat penonton. Buat peserta, harap mendaftar dan kirim komfirmasi kehadiran anda dengan formulir aplikasi terlampir melalui email atau fax sebelum tanggal 9 November 2006. Peraturan dan regulasi pertandingan ada didalam attachment.Bila Anda mempunyai pertanyaan, harap menghubungi FGI di alamat Email: Tel. +62.856.1808804, Fax. +6221.7691115.Dengan hormat. Terima kasih,Federasi Grappling IndonesianDSGC - |
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 11:07 AM   |
|
|
|
| 12 October 2006 |
| Cimande |
CIMANDE
Guru Mas Don Kali ini DUEL menyajikan pembahasan yang intinya menjelaskan betapa dihargainya pencak silat oleh bangsa lain, dan agar diketahui juga bahwa sebenarnya pencak silat Indonesia sudah lama dipelajari di luar negeri. Selain dianggap sangat rahasia, ilmu beladiri dari Indonesia tersebut dijadikan beladiri yang eksklusif. Guru Mas Don adalah seorang praktisi beladiri dari Murrysville, Pennsylvania, Amerika Serikat yang telah menekuni seni beladiri pencak silat (poekoelan pentjak silat Cimande) dari Indonesia selama 25 tahun. Ia mengkhususkan diri pada aspek pertarungan (combat) dan membedakan jenis praktisi pencak silat umum (pesilat) dengan pendekar yang khusus memahir  kan aspek pertarungan atau disebut petarung (pukulan Cimande’s practitioners/combatan). Salah satu filosofi yang dipaparkan oleh Guru Mas Don adalah sebagai berikut: "Pencak Silat sebenarnya memiliki jatidiri sebagai sistem pertarungan yang handal. Namun kebanyakan orang belum mendapat kesempatan untuk membandingkan dan mempelajarinya dengan seksama. Jika kita mempelajari beladiri apapun, asal dilakukan dengan tekun dalam jangka waktu tertentu dan berhasil mencapai pemahaman sampai tingkat yang maksimal, bagaimanapun kemahiran kita dipraktekkan hasilnya akan sangat ampuh. Pada situasi yang sangat mendesak, seorang pendekar atau petarung pencak silat pukulan Cimande tidak peduli apakah ia akan tewas secara terhormat atau tidak; toh semua orang akan meninggal dunia pada akhirnya. Perbedaannya, seorang pendekar sejati akan menyongsong kematian tanpa rasa takut" Keunikan aliran pencak silat Cimande terletak pada kemampuannya menggabungkan teknik keras (hard) dan halus (soft) yang diberlakukan pada berbagai aspek pertarungan sebenarnya. Jadi, pukulan Cimande (Guru Mas Don mengistilahkan dengan ‘poekoelan’ saja) sangat ampuh saat bertahan serta berbahaya sekali jika dipakai untuk menyerang. Dalam proses pemahiran serang bela yang dilaksanakan, seorang petarung tidak hanya menangkis dan membalas serangan yang datang, namun melakukan serangan cepat, kuat dan bahkan kalau dilihat dari kaca mata kita (orang Amerika, red) dianggap sangat brutal dan tidak memberi ampun atau rasa kasihan. Seorang petarung pukulan Cimande, sesuai dengan sumpahnya, tidak akan pernah menyerang lebih dahulu, apalagi bertindak semena-mena Tetapi jika diserang, ia akan segera melancarkan runtunan gerakan bertubi-tubi serta melakukan jurus apa saja yang dirasakan perlu untuk keselamatan dirinya. Seorang pendekar dan petarung pencak silat Cimande mampu menggunakan segenap anggota badannya sebagai senjata ampuh, seperti menggedor, memukul, menendang, mengunci, bahkan bergumul di bawah. Begitulah kurang lebih konsep yang bisa dikemukakan tentang seorang pendekar pencak silat sejati. Dia tidak akan mau menyerang lebih dahulu, tetapi jika terdesak ia akan mengerahkan segenap keahliannya untuk tetap selamat (survive). Satu hal lagi yang patut dicatat adalah bahwa seorang petarung hanya boleh menggunakan ilmunya jika ada maksud dan tujuan yang benar-benar bermanfaat. Hal ini sangat penting diingat karena ia merupakan suatu ancaman besar bagi orang lain. Selain itu ia memiliki kemampuan di atas rata-rata dan menyimpan semangat tak kenal takut sekalipun harus kehilangan nyawa. Mendahului Serangan Secara sederhana konsep mendahului serangan sama seperti jika kita menyerang sebuah serangan. Filosofi di balik konsep tadi adalah kita harus mengetahui benar jalan pikiran si penyerang, dan tidak perlu merasa takut. Jika pada beladiri lain, latihan yag diajarkan kepada para muridnya rata-rata hampir sama. Latihan pukul, tendang, bertahan, sparring dan drill kata atau pyung. Akan halnya pukulan pencak silat Cimande, bertitik berat pada mempelajari perilaku manusia. Dengan mengenal perilaku dan kebiasaan manusia, para murid saya akan percaya bahwa apa yang dilakukan orang timbul dari pikiran bawah sadar. Membaca Lawan, Jangan Kita Dibaca Pengalaman masa lalu yang terjadi pada seseorang akan tersimpan dalam memori, untuk seterusnya dibawa ke alam bawah sadar. Jika pengalaman itu sengaja direncanakan dalam kurun waktu tertentu, maka orang tersebut telah memprogramkan diri untuk berbuat sesuatu hal berdasarkan naluri. Jika pengalaman tersebut dibentuk dan diprogramkan tak henti-henti selama kurun waktu yang lama dan terlatih baik, maka otak bawah sadar kita akan membentuk suatu ingatan akan gerakan dan jurus-jurus yang pernah diketahui. Body memori ini akan mengeluarkan rangkaian perintah kepada anggota badan kita menjadi gerakan motorik. Selanjutnya para petarung pukulan Cimande akan dibiasakan untuk bergerak alamiah, tak terduga, dan dengan pola yang belum pernah dibayangkan orang lain sebelumnya. Hal ini sangat penting diperhatikan, sebab jika gerakan kita bisa ditebak lawan maka kita dalam bahaya besar. Tanpa Tangkisan tapi Agresif Sistem pukulan Cimande tidak mengenal tangkisan, karena dengan menangkis akan menumbuhkan rasa takut. Misalnya, ketika seseorang melancarkan serangan pukul dan tendang biasanya diakhiri dengan sikap pasang atau kuda-kuda bertahan yang kokoh. Saat itu sudah ada unsur takut yang menyelimuti. Bukan maksudnya si penye-rang tadi ketakutan, tetapi ia menjadi ekstra waspada karena tidak ingin diserang atau kena pukulan lawan. Pada momentum ini terjadi vakum beberapa saat, karena biasa-nya jika sudah menyerang, seseorang ber-siap untuk menahan balasan lawan. Sudah diantisipasi akan terjadi benturan tenaga atau serangan yang sangat kuat. Jika lawan lebih besar badan dan tenaganya, kita bersiap merasakan benturan dan sekaligus rasa sakit yang timbul. Resiko cedera harus sudah disadari sepenuhnya. Situasi tersebut akan menambah rasa takut karena kita sudah merasakan contoh-contoh benturan dan rasa sakit yang ditimbulkan si penyerang tadi sebelumnya. Dalam cara bertarung yang diajarkan, sistem pukulan Cimande melakukan dua hal sekaligus, menyerang serangan lawan dengan menyentuh lawan dan sekaligus menyerang di saat bersamaan. Serangan yang datang tidak perlu ditahan, tapi cukup dibelokkan arahnya atau pukul saja sekuat-kuatnya anggota badan yang menyerang tersebut. Tidak usah banyak buang tenaga percuma. Cara ini hanya bisa dilakukan bila kita mempunyai mental kuat dan tidak takut kepada serangan seperti apapun. Malahan, jika seseorang menyerang kita sedikit merasa lega, karena orang tersebut sudah terjebak dalam lingkaran momen gaya yang dibuatnya sendiri. Tinggal ditunggu saatnya kapan ia lengah atau mengganti arah badan atau pukulan, kita sudah siap menunggu dengan berbagai kombinasi teknik yang segera meredam lawan tersebut. Dalam pertarungan jarak dekatpun tidak akan menemukan banyak kesulitan, karena jika lawan berada dalam jangkauan seorang petarung pukulan Cimande akan segera menjatuhkannya ke bawah dengan teknik bergumul di lantai. |
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 12:49 PM   |
|
|
|
|
| Bravo IPSI Pontianak |
IPSI Kota Pontianak Dihadiahi Padepokan Pontianak,- IPSI Kota Pontianak mengaku berbangga. Prestasi yang ditorehkan pesilat-pesilat Kota Pontianak dalam berbagai event membuat pemerintah menghadiahi dengan sebuah padepokan pencak silat. Bahkan dalam waktu dekat segera terwujud. "Saya merasa bangga atas hadiah pembangunan padepokan IPSI Kota Pontianak. Dan itu mesti disyukuri karena kepedulian Pemkot sangat tinggi terhadap perkembangan pencak silat," ungkap ketua Pengcab IPSI Kota Pontianak H.Gst.Hersan Aslirosa, SE kepada Pontianak Post, belum lama ini. Hersan mengungkapkan, hadiah yang diberikan Pemkot Pontianak mesti disyukuri karena penghargaan itu merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat. Apalagi Pemprov juga menghargai hal yang sama terhadap IPSI Kalbar. "Saya yakin dengan dua penghargaan itu akan meningkatkan prestasi pesilat Kalbar. Padepokan tersebut akan mampu menjadi pusat pembinaan pencak silat Kalbar sehingga bisa disegani di kancah nasional dan internasional," ujarnya. Menurut Hersan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan penancapan tiang pertama pembangunan padepokan pencak silat. Lokasinya juga sangat strategis dalam wilayah Kota Pontianak. Padepokan itu nantinya juga multifungsi, bisa juga diperuntukkan kegiatan lainnya. "Dari padepokan pencak silat ini nanti kita upayakan bisa berguna bagi para pemakainya. Tak saja gedung tersebut dipakai untuk latihan atlet, tetapi juga bisa digunakan untuk sarana penyewaan seperti perkawinan, pengadaan acara dengan lain-lain. Di sinilah kita berusaha memberdayakannya menjadi yang terbaik sesuai harapan bersama," ucapnya. Silat Nasional Pada kesempatan itu, Hersan berkeinginan lebih jauh tentang prestasi silat daerah ini. Dengan berdirinya padepokan pencak silat diharapkan Kota Pontianak bisa menjadi basis kekuatan pencak silat nasional. "Kita mesti menyadari betul bahwa pencak silat merupakan olahraga dari leluhur kita. Karena itulah, prestasinya harus kita bangun lagi. Bahkan bila perlu Kota Pontianak menjadi pusat kegiatan pencak silat nasional," tegasnya. Untuk mewujudkan itu, papar Hersan, banyak langkah yang harus dilakukan di antaranya memasyarakat pencak silat hingga ke tingkat usia dini. "Kita sudah mengakomodir silat remaja dan pelajar, karena itu sampai ke tingkat anak-anak pun harus kita mantapkan," janjinya. (den)
|
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 12:42 PM   |
|
|
|
|
| Profil Pesilat IPSI |
PROFIL PESILAT Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB.IPSI) sudah banyak menelorkan pencak silat berprestasi termasuk menjadi juara dunia. Namun nama Abas Akbar tentu cukup fenomenal.Rendah hati dan selalu mengoreksi diri sudah menjadi cermin hidup seorang Abas. Pesilat kelahiran Jakarta 6 N opember 1973 dari pasangan Dja’far Hattamarasjid (ayah) dan Marice (ibu) ini dalam setiap bertanding selalu mengutamakan kejujuran dan sportivitas. Kemenangan dan menjadi juara adalah sesuatu hal yang tak begitu penting. Buat apa meraih sebuah kemenangan dengan cara-cara tidak jujur atau jauh dari sportivitas. Artinya kita harus menang tanpa lawan merasa disakiti. ‘’Prinsipnya, lawan jusru harus dibuat tunduk secara terhormat dan bukan penasaran karena kalah atas kecurangan,”katanya. Dalam setiap bertanding pun Abas senantiasa ingin tampil bagus sehingga wasit dan juri akan simpatik dan penonton juga turut simpatik. Caranya dengan hanya satu main sportif dibarengi teknik tinggi. Bahkan saat menang pun, Abas selalu introspeksi diri. Karena dia tak ingin menang sementara lawan protes dan penonton pun tak puas. Introspeksi atau koreksi diri itu penting apakah kemenangan itu meragukan atau untung-untungan. Kemenangan demi kemenangan yang kita capai sampai akhirnya menjadi juara sesungguhnya menjadi alat atau media untuk mengukur sejauhmana kita sudah menguasai latihan. Sebab, kerap kali antara hasil latihan dengan hasil akhir dalam suatu pertandingan tak sama. Melalui koreksi itu pula Abas akan segera mengetahui kesalahannya sehingga pada arena berikut tampil lebih baik lagi. “Pokoknya setiap kemenangan bagi saya untuk mengoreksi diri saya. Sedangkan arti kekalahan bagi saya justru sebagai motivasi untuk memacu diri agar lebih berlatih dan memperbaiki kekurangan,” katanya. Mengenal olahraga silat sejak duduk di bangku SD kelas 4 tahun 1983. Saat itu Abas sudah serius berlatih. Awalnya dulu di sekolah Abas dikenal suka berkelahi dan bandel. Orang tuanya justru menyuruh untuk bergabung berlatih silat. Dua tahun berlatih, Abas yang di lingkungan keluarganya dijuluki pendekar lincah ini langsung meraih prestasi. Pada Tahun 1985, tatkala Abas berusia 11 tahun sudah berpredikat juara nasional junior di Bali. Abas kemudian menceritakan memilih silat karena senang melihat latihan bela diri.Selain itu Pencak Silat mengajarkan ketaqwaan, kejernihan berpikir, mental dan mempertebal iman. Sebab pencak Silat umumnya membimbing insan ke jalan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan akhlak yang baik, kita dapat menjaga diri dengan baik pula. Abas beranggapan bahwa dengan Pencak Silat, selain berolahraga juga mengisi rohani dan keagamaan. Pencak Silat menurut Abas memiliki teknik yang lengkap. Mulai dari bantingan hingga tendangan ada pada pencak silat. Oleh karenanya, sejak total menggeluti cabang ini, Abas berjanji pada diri sendiri bahwa Pencak Silat itu adalah bagian dari kehidupannya. ‘’Kalau bisa terus berprestasi, saya tentu menggeluti dunia silat sampai seumur hidup ini.Karena itu saya berusaha menjaga kondisi secara maksimal,”papar karyawan Bank Sumsel ini. Abas juga tak melupakan jasa kedua orang tuanya khususnya ayahnya. Ayahnya Dja’far paling berjasa dalam karir dan prestasinya selama ini. Dan dari seabrek prestasi yang telah direbutnya selama ini, Kejuaraan dunia tahun 1994, merupakan kejuaraan yang paling berkesan .Sebab pada saat itu di final kelas 55-60 kilogram, Abas bertemu dengan pesilat tuan rumah yang juga merupakan juara Thaiboxing, Apichat Sudamar dari Thailand. Pertandingan itu disaksikan Prabowo Subianto yang kini Ketua Umum PB. IPSI serta sejumlah petinggi Thailand lainnya. Abas mengetahui kalau olahraga Thaiboxing itu merupakan olahraga keras yang dapat menghancurkan kaki dan muka. Namun Abas tidak gentar sedikitpun.Walaupun dengan muka berdarah dan kaki serasa hancur, Abas dapat memenangkan partai final itu. Ternyata silat dapat mengalahkan olahraga tradisional Thailand. Faktor penting dalam menghadapi pertandingan yaitu persiapan diri, termasuk pakaian harus bersih .Ibarat Prajurit, segala keperluan harus dipersiapkan sebaik-baiknya. Abas tak lupa memohon lindungan Tuhan. ‘’Dengan Penampilan baik, seperti rambut, pakaian bersih akan menambah percaya diri dan keyakinan,” tutur Abas.) http://www.koni. |
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 12:32 PM   |
|
|
|
|
| Pandeka Mihar |
PMG=SENTAK ini didirikan untuk menjawab, mempelajari sekaligus meneliti dan mempraktekkan pertanyaan pertanyaan dan usulan dari kelompok-kelompok ataupun golongan-golongan manusia yang mencintai dan tertarik budaya luhur yang bernilai tinggi dari " nenek moyang rang Minang". PMG=Sentak didirikan pada hari Senin pagi jam 07.07 Wib.Tanggal 27 Oktober 1986 di Bukittinggi Sumatera Barat, oleh Pandeka Mihar Walk Pangeran. Pandeka Mihar dilahirkan pada tahun 1961 di Padang Sumatera Barat. Ibu beliau H.Syamsinar Isa (dari Kamang Mudiak. Kab.Agam). Bapak beliau Zabir Tuanku Rajo (dari Kurai Bukittinggi). Pandeka Mihar sejak tahun 1989 mengembangkan PMG=SENTAK di Europe yang berpusatkan di Vienna, Austria. Perkembangan latihan di Europe sangat pesat. Sekali dalam satu tahun beberapa orang Anak sasian/murid - murid, pelatih dan kerapatan Pendekar dan Pandeka mengadakan "mandabiah ayam" (mandarahi galanggang) ke tanah leluhur Minang Kabau. Silek-Galuik-Pandeka.Nan mudo basintak naiak, nan tuo basintak turun.basilek dipangka pisau,bagaluik diujuang karih Sudah kebiasan (adaik) dari rang Minang mempelajari dan memberikan yang dipelajarinya kepada orang yang membutuhkannya (Anak sasian). Bermacam ragam Silek yang ada diranah Minang apalagi sejak tahun 1948 adanya Ikatan Pentjak silat Seluruh Indonesia yang disingkat IPSSI. Pada tahun 1950 melakukan perubahan nama menjadi Ikatan Pentjak Silat Indonesia (IPSI).Setelah ejaan Indonesia disempurnakan (mulai 17 Agustus 1972) tulisan Pentjak menjadi Pencak.Tetapi tidak semua Silek atau Galuik menjadi anggota wadah yang disebut diatas, karena banyak Sasaran (nama tempat berlatih memperdalam ilmu bela diri, seni dan mempelajari adat dalam Baso Minang) yang tidak mempunyai anggota tetap, mereka tidak mau gerakannya dilihat orang (jauah dari galanggang mato rang banyak ). Bukan takut dicuri gerakannya, tapi disitulah keampuhan Galuik/Silek rang minang, Garik rasio (Gerak rahasia), semakin rahasia garakan silek tersebut, semakin berbahaya hasilnya (makanannya). Di Minang kabau Gerak berarti Garik,Garak berarti Naluri.(tau digarak jo garik, tau diangin nan bakisa). Karena sangat berbahayanya Galuik atau Silek ini. Pandeka(Panggilan penghormatan terhadap guru beladiri Minang Kabau) harus pandai mengobati Anak sasian (Panggilan penghormatan kepada murid yang belajar beladiri Minang Kabau). kalau terjadi kecelakaan dalam melakukan latihan, jadi banyak Pandeka adalah dukun pengobatan dan juga memberikan pandangan hidup kepada Anak sasian. Beberapa ahli sejarah mencoba meneliti pengertian kata Pandeka, beberapa dari mereka itu menyatakan kata Pandeka berasal dari bahasa sangskerta yang kira kira Andhika yang berarti orang pandai yang di teladani, dalam baso (bahasa) Minang berarti pandai aka , yang artinya dalam bahasa Indonesia adalah orang mempunyai kelebihan dalam mengelola hidup, orang yang mempunyai ilmu filsafat yang tinggi yang dia pelajari dari alam dan lingkungan sekitarnya. Bertolak dari hal tersebut diatas, maka Silek/galuik mempunyai nama-nama dari alam sekitarnya, seperti nama-binatang yang perkasa dan keahliannya untuk mempertahankan kehidupannya, dari musuh-musuhnya dan tantangan alam sekitarnya: Kuciang Bagaluk, Harimau Bagaluik, Galuik Harimau Tingkih, Silek Buayo lalok, Silek Katapiak Balam balago, Silek Alang Ponggongan, Silek arak kabau gadang, Silek Gajah badorong. Dilihat dari Waktu/masa berdirinya(ditemukannya): Silek tuo, Silek baru,Silek lamo. Dilihat dari Jenis kelamin: Silek....... Nan jantan, Silek........ nan Batino. Dilihat dari Kedudukan dalam Kerajaan Minangkabau: Silek Dubalang (Hulu Balang), Silek Pangeran, Silek Rajo, Silek Istano. Dilihat dari nama Penemu atau orang-orang yang terkenal: Silek Tuanku nan Rentjeh, Silek Malin Marajo, Silek Pakiah rabun, Silek Pandeka Uma, Silek Siku Mak Raih. Dilihat dari dari tempat/alam Silek itu ditemukan: Silek Sunua, Silek Pauah, Silek Lintau, Silek Kamang Tuo, Silek Minang, Silek Koto Anau, Silek Pasia, Silek Sungai Patai, Silek Sungai Pagu, Silek Batumandi. Dilihat dari keadaan Alam: Silek Gadang, Silek Pasia, Silek Gunuang, Silek Batu Biaro, Silek Rimbo Tingkalak. Dilihat dari keampuhan Gerakannyanya: Starlak, Kumango, Sentak Tuo,Gayuang salacuik, Luncua.Dilihat dari Tumbuh-tumbuhan: Silek Sawi, Silek Ulu kayu, Silek Talang, Silek Baringin sati, Silek Batuang sarauik. Dilihat dari makanan yang ada di Minangkabau: Silek Puluik, Silek Gulo-gulo tare. Begitu Juga nama-nama gerakan, para Nenek moyang rang Minangkabau memberikan nama nama dari lingkungan sekitarnya : Alu pontong, sandang sate, geleang baruak, sisiak, Simpia, aua tapi tabiang, ampang, rumah gadang, lumbuang gadang ndak badindiang mancik sikua ndak lalu, tapiak, kungkuang, kabek, tangkok, dongkak, papek, runciang, semba, kalatiak, dst. Melalui latihan-latihan dimalam buta, disadari atau tanpa disadari oleh Anak sasian , dia dilatih dekat dengan alam atau ditingkat tingginya mereka menyatu dengan lingkungannya, sekaligus mempertajam nalurinya. Melalui beberapa ujian langsung ataupun secara tidak langsung, anak sasian menjadi...................... PMG=SENTAK Bajalan siganjua lalai,alu tataruang patah tigo,samuik tapijak indak mati. PMG=SENTAK adalah Institut atau lembaga dalam mengembangkan dan penelitian dalam ilmu seni beladiri ,tari dan filsafat Minangkabau.Pengembangan latihan dalam PMG=Sentak sedemikian rupa mengambil cara - cara zaman dahulu kala dan yang terkini tanpa meninggalkan akar dari kebudayaan dimana dia berasalkan. Gerakan di dalam PMG=SENTAK mempunyai tanda diantara lemah gemulai,pelan,terarah,dan dengan kecepatan tinggi (Sentakan) dari tenaga yang bepusat dipertengahan tubuh(Basi Kursani). Gerakan ini dipergunakan dalam tangan kosong atau pun dalam gerakan bersenjata. Sopan santun (adaik) dalam PMG=SENTAK mempunyai nilai yang tertinggi, Penyelesaian persoalan dengan perkelahian tidak dibolehkan. Lima segi (aspek) dalam PMG=SENTAK yang berbeda tujuannya tetapi berkaitan satu sama lainnya : 1.Memperkuat tubuh dari serangan penyakit dari dalam tubuh melalui gerakan yang terarah dan pernapasan.(mampasalisihan angok) 2.Beladiri dari serangan luar melalui ketepatan dan kecepatan gerakan belaan dan serangan ,yang diarahkan ditujukan mempergunakan tenaga lawan . Tangan kosong ataupun bersenjata. 3.Mempelajari ilmu tubuh ,untuk mengetahui kelemahan lawan dan secara langsung untuk pertolongan kepada orang orang yang membutuhkan pengobatan. 4.Menemukan keahlian sendiri dalam mengolah tubuh melalui gerakan-gerakan tari ,bungo,sabung bebas yang diiringi oleh musik tradisi minang (Aluang Bunian). 5.Rahasia/ Pitaruah. Latihan inti PMG=SENTAK: pasah jalan dek batampuah - apa kaji dek baulang Garik mulo : Dasar gerak dari PMG=SENTAK Tari Jo bungo: Langkah dan kembangan. Gerakan yang telah disusun sedemikian rupa yang mempunyai tujuan pengembangan gerak, naluri, rasa, ketepatan, kecepatan, kekuatan, kemantapan, pernapasan dan keindahan. Permainan sabuang: Tatacara yang telah diatur untuk perkelahian dasar. Sabuang: Latihan Perkelahian bebas yang menghasilkan rasa kebebasan/percaya diri tanpa merusak kepada lawan Sinjato: Senjata yang dipergunakan dalam latihan,Kurambik,sabik,pisau sirauik,kuku alang,Sewah,ladiang,tungkek,kipeh,deta, dst. Aluang Bunian: Bunyi -bunyian tradisional Ranah Minangkabau Ilmu urut: Urut tulang, urat, kulit, rasa, buka, tutup jalan darah Pernapasan: Secara langsung atau tidak langsung dalam latihan diajarkan bagai mana menghidupkan basikursani. Adaik: Adalah sopan santun dalam latihan dan dengan alam lingkungannya. Raso jo Pareso : Latihan perasaan dalam mengolah tubuh dilanjutkan dengan mengolah jiwa dan pengolahan tubuh, dan dalam masa yang ditentukan memeriksa gerakan sendiri dan tingkah laku tanpa membutuhkan bantuan secara langsung dari pihak(Orang) lain Maurak balabaik jo Pitunggua: Langkah dalam menghindar, menyerang dan memindahkan tubuh yang mempunyai keindahan dan rasa seni yang tinggi Kabek jo kunci: Cara kuncian yang mempergunakan sedikit tenaga menghasilkan hasil yang sempurna Tari Sewah: Tarian yang dilakukan oleh sepasang atau lebih, menggunakan pisau (Sewah, Kuku Alang) Induak - Induak jo Pacahan: Jurus Galuik/Silek minang dan pecahan Rahasia nan sabana rasio: nan saganggam barikan nan sapinciak andokan (nan babungkuih jo kain kunyiang/panaruhan - pitaruah)
|
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 12:17 PM   |
|
|
|
|
| Kendala Pencak Silat |
Oleh: O'ong Maryono Saat ini penyebaran pencak silat sudah menunjuk angka mencapai 29 negara di seluruh dunia. Berkat jerih payah perguruan-perguruan bersama-sama IPSI dengan disokong media cetak dan elektronik dalam usaha penyebaran informasi pencak silat dapat mendunia. Sepatutnya kita acungkan jempol. Banyaknya perguruan pencak silat dapat mengembangkan sayap dengan membuka cabang perguruan di mancanegara dan membuat masyarakat awam terkagu  m-kagum. Kini budaya peninggalan nenek moyang kita sudah go international. Perasaan bangga menyelimuti seluruh anggota perguruan dan menjadi motivasi dalam berlatih. Indikasi 'kepongahan' perguruan ini, terwujud pula dalam pengakuannya memiliki banyak anggota dan cabang yang tersebar di mancanegara. Ungkapan ini nampak di setiap untaian kata yang dituliskan atau diucapakan dalam media massa. Namun jika diamati secara cermat kemampuan teknik pesilat dari mancanegara di beberapa pertandingan pencak silat olahraga dan seni beladiri pada peringkat sukan dunia, tampak tidak merata. Kualitas pesilat yang bertanding pada Kejuaraan Pencak Silat Dunia terkesan rendah dan kurang pantas untuk peringkat internasional. Tim Indonesia pun selalu mengirimkan pesilat peringkat nasional lapis kedua, sedangkan lapis pertama diprioritaskan untuk pesta olahraga umum seperti SEA GAMES. Fenomena kesenjangan teknik ini yang sudah terjadi cukup lama di kalangan pencak silat dunia sangat menarik untuk diketahui dan dianalisa lebih lanjut. Bila kita memperhatikan perguruan-perguruan modern yang berfaham liberal-rasional, ternyata bahwa mereka sangat terbuka untuk pesilat asing. Atas dorongan rasa bangga, ingin mendapat pujian, sanjungan, perguruan-perguruan modern pergi mengajar ke luar negeri atau sebaliknya mengangkat orang asing yang sedang berkunjung keperguruan untuk melihat-lihat menjadi murid. Lontaran tawaran oleh perguruan dengan kesanggupannya akan memeberikan pelatihan untuk orang asing tidak disisa-siakan. Cukup membekali pesilat asing dengan teknik-teknik dasar yang sederhana dan berlatih dalam kurun waktu sangat singkat, perguruan-perguruan mengangkat dan memberikan diploma sebagai pelatih di negerinya. Tindakan perguruan seperti ini tidak menutup kemungkinan, akan menghasilkan pelatih yang berkualitas rendah. Pengangkatan sebagai wakil perguruan dengan tidak dibekali pengetahuan pencak silat seutuhnya dan tidak ditindak lanjuti dengan pengembangan kemampuan diri, niscaya pelatih asing ini akan menghasilkan pesilat yang tidak seperti kita inginkan.Sedangkan perguruan-perguruan yang bersifat tradionalpun tidak dapat membantu menyelesaikan masalah, bahkan sering memperumit dan menjadi penghambat perkembangan pencak silat. Perguruan-perguruan pencak silat tradisional dalam tanda kutip tidak memiliki organisasi, sampai saat ini masih dengan setia mempertahankan keaslian pencak silat. Keutuhan kegiatan ritual yang berhubungan dengan agama ataupun budaya, hierarki dan prinsip senioritas masih sangat dominan dan tetap dipertahankan. Biasanya perguruan seperti ini tidak melakukan kegiatan promosi ke luar negeri. Namun sering dicari oleh orang asing karena dianggap perguruaan yang masih kokoh mempertahankan tradisi 'asli' pencak silat. Nama kelompok perguruan semacam ini di mancanegara dikenal masyarakat, tak ubahnya seperti perguruan modern lainnya.Untuk kelompok tradisional ini, perbedaan ras, warna kulit, tradisi dan budaya menjadi factor penghambat. Pesilat asing yang berminat menjadi murid atau anggota sulit diterima. Bila diterima, pada peringkat materi pelajaran tertentu yang merupakan ajaran jurus pamungkas tidak akan diajarkan dikarenakan rahasia perguruan. Erizal cal Chaniago pendekar Beringin Sakti di Jakarta mengatakan, sikap kehati-hatian guru terhadap muridnya disampaikan dalam sebuah pepatah Minangkabau: "Nasaganggam di lepas nan sapinjik disimpan". Artinya: 'yang segenggam diberikan yang kuncinya disimpan'. Sikap guru-guru pencak silat tradisional ini dipertegas oleh Ramli pimpinan Silek Tuo di Bukit Tinggi, kehati-hatian seorang pendekar dikawatirkan suatu waktu muridnya akan dapat mengalahkan gurunya dengan menggunakan yang sepinjik tadi. Sementara pendekar Silek Tuo, Mulyadi K.S dan ketua IPSI Padang Panjang berpendat lain yaitu; Bahwa jurus yang sepinjik tadi sebetulnya tidak pernah ada, hanya dipergunakan sebagai alasan untuk memperkokoh status hierarki oleh seorang pendekar agar para murid tetap berlaku hormat kepadanya. Kedua macam sikap yang diuraikan di atas dapat dianggap secara indirek sebagai penyebab utama dari rendahnya mutu pengembangan pencak silat di luar negeri. Menyimak keadaan di atas, lantas menjadi pertanyaan bagaimana pencak silat dapat mampu bersaing dengan beladiri lain di luar negeri. Kedua sikap yang bertolak belakang ini tidak merupakan jawaban positif dan berkesinambungan agar kita dapat menjawab tantangan era globalisasi untuk menyebarkan dan memperkenalkan budaya bangsa. Sebagai budaya asli, jelas pencak silat dapat menjadi kebanggaan sekaligus identitas kepribadian bangsa. Penulis ingin mengetuk isi hati pendekar muda agar bangkit dan bersatu padu memikirkan keadaan ini. Melalui studi dan penelitian, kita dapat menyusun sebuah strategi yang sesuai dengan lingkungan agar pencak silat berprestasi lebih baik di masa mendatang. Dengan mengadakan inventarisasi dari berbagai aliran pencak silat, dan mencari ciri khas, menonjolkan keunggulan dan mengurangi kelemahan pada setiap perguruan, insan-insan pencak silat di tanah air dapat menghadapi sikap-sikap yang menjadi penghambat perkembangan. Hanya dengan introspeksi pada diri sendiri kita dapat menguasai dunia! |
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 12:05 PM   |
|
|
|
|
| Pamor Badai |
Sekilas Tentang Perguruan Pamor Badai:Perguruan Pencak Silat Pamor Badai mendapat nama dari 2 bagian yaitu aliran Pamor dan Badai. Kedua aliran ini berasal dari keluarga yang sama. Pamor adalah aliran keluarga tradisional dan Badai adalah aliran baru yang secara resmi berdiri sejak tahun 1969. Di samping 2 aliran ini Pamor dan Badai masih ada berberapa aliran lain yang di  pergunakan misalnya Bawean dan Bhayuhmanunggal. Pamor sering dianggap Pamur. Pamur adalah aliran pencak silat yang lebih modern berasal dari Madura. Pamur adalah singakatan dari Pencak Silat Angkatan Muda Rasio dan diririkan sejak tahun 1951 di Pamekasan oleh Raden Hasan Habudin, seorang keponakan jauh Oom Dave.Pakaian seragam Pamor terdiri dari baju hitam dan selendang putih. Warna hitam melambangkan kebenaran dan putih sebagai kesuciaan. PAMOR Pamor adalah aliran asli dari keluarga pendekar Raden Panji Setiosoeprapto (alias A.D. Nelson, di kenal oleh murid-muridnya sebagai ‘Oom Dave’). Pamor adalah aliran dari keluarga bangsawan Indonesia dari jaman Majapahit dari turunan  pangeran Suhita. Berabad-abad aliran ini dikembangkan dan diwariskan terun temurun oleh keluarga pangeran ini. Pada tahun 1941 Oom Dave diangkat oleh paman-pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji dan Bentung sebagai kepala aliran Pamor. Kata pamor sendiri sering dihubungkan dengan struktur-struktur yang terlihat pada keris, tapi kata itu mempunai arti yang lebih luas; selain struktur tetapi juga berarti wajah, bentuk, gambar etc. Dalam behasa Djawa kuno kata pamor mumpunjai banyak maknanya. Pamor mempunya berberapa wajah yang membantu masyarakat hidup dalam persahabatan dan untuk manjaga perdamaian. Tyaranya adalah dengan mempergunakan seni bela diri ini untuk tidak berkelahi dan menjaga agresi dan situasi yang membehaiahkan supaya di bisa hindari, dan hidup dalam kerukunan. BADAI
Berbeda dengan Pamor, Badai adalah aliran yang lebih muda dan berasal dari keluarga yang sama. Bagaimana datangnya aliran Badai ke keluarga Oom Dave adalah seperti berikut: Di Sulawesi Selatan ada kepala suku yang membuang anak perempuannya, namanya Sumiami, dari desanya. Dia termasuk turunan dari satu kelompok di Indonesia yang terkenal sebagai ‘Orang Laut’. Sejarah dari kelompok ini tidak begitu di kenal tapi ada kemungkinan berabad-abad yang lalu berhubungan dengan pulau Bawean. Sumiami dibuang dengan perahu dan tidak boleh lagi kembali ke kampungnya. Sesudah mengalami pelayaran yang berat  dia berlabuh di pulau Djawa pada perkebunan (kelapa) dari Raden Bagin Swarsan, seorang paman dari Oom Dave. Sesudah mendarat dia membikin gubuk untuk menetap. Waktu sedang mengontrol Pak Swarsan melihat Sumiami di gubuknya. Dia bertanya sedang apa kamu ada disini dan Sumiami menjuruhnya pergi dari situ. Tidak lama kemudian Sumiami menjerang dengan pintarnya dan Pak Swarsan dengan susah payah mengelakan serangan-serangannya. Pak Swarsan sangat kaget, ternyata gadis ini bisa mengelakan dengan baik dia pintar menggunakan aliran Badei. Sesudah berkelahi Pak Swarsan membolehkan Sumiami tinggal di perkebunannya dengan sjarat supaya menjaga kebunnya. Oom Dave dan saudaranya Raden Panji Setiocipto belajar Badai dari wanita Sumiami ini. Pak Cipto lebih lama lagi belajar Badai dari Sumi  ami dan nantinya akan menjadi kepala dari aliran Badai. Dalam tahun 1969 Badai diresmikan jadi aliran silat baru yang di akui oleh IPSI.Arti Badai ada dua, selain sebagai Badai, angin puyuh, juga merupakan singkatan dari Bela Diri Anak Indonesia. Setelah Pak Cipto meninggal, maka Oom Dave menjadi pengganti resmi sebagai kepala aliran Badai. Seragam Badai terdiri dari baju abu-abu dengan selendang biru tua. Warna-warnanya melambangkan kedukaan dan mencerminkan persaan kasian kepada lawannya. Kepala Aliran Perguruan:
Kepala aliran Perguruan Pencak Silat Pamor Badai adalah Raden Panji Setiosoeprapto, juga dikenal sebagai Dave Nelson atau disebat Oom Dave. Raden Panji Setiosoeprapto lahir di Asembagus, Jawa Timur pada tahun 1932, Oom Dave mulai sejak kecil berlatih Pencak Silat. Pada umur 6 tahun, pamannya mengajarkan aliran keluarga sebagai tradisi. Selain diajarkan aliran keluarga Oom Dave dan kakak Raden Panji Setiocipto juga diajarkan aliran Badai. Oom Dave juga mempelajari banyak alrian lain. Karena Oom Dave adalah keturunan keluarga bangsawan, sesuai istiadat dia dikirim ke biara Buddha di Nakhon Pathon, Siam. Di biara ini Oom Dave mempelajari cara-cara berkelahi di Siam, yang sekarang dikenal Muay Thai (saat itu tidak dikenal Muay Thai). Oom Dave juga berlatih tinju, gulat sumo dan kendo. Setelah tinggal di biara Oom Dave diangkat sebagai kepala aliran Pamor oleh pamannya, Raden Widikdo dan Raden Panji Bentung pada tahun 1941. Setelah tinggal di Papua, Oom Dave akhirnya pindah ke Belanda dimana dia sedikit-sedikit mengajar Pencak Silat pada tahun 1964. Tahun 1973 Oom Dave secara resmi mengajar, Pencak Silat di Diemen. Tahun 1969 Oom Dave diakui, sebagai 'pendekar' oleh IPSI di Surabaya. Selain itu Oom Dave sekali lagi tahun 1993 di angkat jadi pendekar oleh Persilat (Persatuan Pencak Silat Internasional).
http://www.pamorbadai.com/
|
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 11:41 AM   |
|
|
|
| 09 October 2006 |
| Ucapan Bela Sungkawa |
Segenap Pengurus dan Anggota keluarga Besar Perguruan Pencak Silat BEKSI Mengucapkan : Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun dan ucapan Bela Sungkawa Yang sedalam-dalamnya atas kepergian dan wafatnya ibunda Yoyo Niari Pada Hari Sabtu, 7 October 2006 Pukul 16.00 WIB.
Bertempat di Rumah Duka: Jl. Kayu Manis, Pisangan Baru, Pondok Dayung RT 005 RW 012, Jakarta Timur.
Semoga segala amal perbuatan beliau diterima disisi Allah SWT Dibukakan Pintu ampunan yang seluas-luasnya dan Mendapat Tempat yang Layak Disisi Allah SWT. Amin Dan bagi keluarga yang ditinggalkan, diberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran dalam menerima cobaan dan takdir dari Allah SWT.
|
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 1:34 PM   |
|
|
|
| 04 October 2006 |
| Kisah Nyata |
Guru Ku...Pelatih Ku......... Memang tidak mudah menjadi seorang guru silat, dimana dibutuhkan kesabaran, pengetahuan yang luas dan harus bijak dalam mengajar dan memberikan bimbingan kepada murid-muridnya. Tidak ubahnya seorang guru disekolah, menjadi seorang guru silatpun harus memiliki kemampuan dan tanggung jawab yang yang relative sama, mungkin hanya materi pengajarannya saja yang membedakan. Tanggung jawa b adalah salah satu factor yang wajib dimiliki guru silat dan dituntut pula memilki pengetahuan yang luas. Dan tentunya semua ini membutuhkan suatu proses yang panjang sehingga tidak ada guru silat yang karbitan. Standarisasi adalah kunci dalam melahirkan guru silat yang berkwalitas dan tentunya setiap perguruan memiliki standarisasi yang berbeda-beda di mulai dari tingkatan atau sabuk yang dikenakannya. Sehingga dengan penerapan standarisasi tersebut akan menghasilkan pesilat yang mampu bersaing dengan pesilat lainnya. Walaupun tidak semua pesilat diarahkan menjadi seorang atlit, diperlukan juga untuk pesilat lainnya yang memiliki tujuan dan kemampuan yang berbeda-beda. Memang diakui banyak perguruan silat yang mengarahkan pesilatnya menjadi seorang atlit, dimana pengemblengan terhadapnya menjadi lebih terfokus. Namun sungguh disayangkan kita sering melupakan aspek – aspek yang dimiliki pencak silat selain olahraga prestasi masih terdapat aspek-aspek lainnya yang tak kalah pentingnya. Sebagai contoh saja, ada seorang murid yang cukup kritis menanyakan tentang siapa itu karuhun, dan mengapa kita harus berdoa dan meminta bantuan kepada karuhun, tentu saja bagi seorang murid yang memahami agama Islam yang kuat, pernyataan tersebut menimbulkan tanda Tanya yang sangat besar, apalagi guru silat tersebut tidak dapat memberikan penjelasan yang kuat dan mendasar. Kejadian tersebut menjadi catatan tersendiri, dimana seorang guru harus dapat ditiru dan digugu, termasuk pernyataan yang disampaikan kepada murid-muridnya. Kemampuan memahami ilmu pengetahuan yang didalamnya termasuk memahami ilmu agama merupakan standarisasi yang harus diterapkan,jangan sampai kejadian yang seharusnya tidak menimbulkan tanda Tanya murid-muridnya sendiri. Contoh di atas bila ditelusuri karena sang guru ternyata tidak memahami syariat agama Islam dimana doa dan pertolongan hanya ditujukan kepada Allah, bila kita meminta kepada karuhun maka hukumnya manjadi syirik tentunya, karena menyekutukan Allah. Padalah yang dimaksud sang guru adalah sang murid hanya diminta berdoa kepada Allah, dan mendoakan para karuhun yang telah tiada. Tidak lebih dan tidak boleh dilebih-lebihkan. Nah, itu baru satu contoh kasus yang pernah penulis lihat , masih banyak lagi kasus-kasus lainnya, yang ternyata terjadi karena kurangnya ilmu pengetahuan yang dimiliki seorang guru, dan tentunya kita menyadari bahwa guru adalah manusia biasa yang tentunya memiliki kekurangan-kekurangan layaknya manusia lainnya. Namun sungguh naïf bila seorang guru silat tidak mau menimba ilmu agama dan ilmu pengetahuan lainnya.dan jangan heran bila guru tersebut akan tersingkir dan tidak lagi menjadi guru yang dapat ditiru dan digugu. |
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 12:05 PM   |
|
|
|
|
| Dari Ku Untuk Mu |
BERIKAN YANG TERBAIK !!! “Don’t ask what your country do you, but what I can do for The country”, berikut kalimat yang pernah dikatakan oleh mendiang John F. Kennedy kepada rakyatnya. Kalimat filosofi ini mengingatkan kepada kita begitu besarnya arti diri kita untuk mengangkat martabat bangsa melalui berbagai cara yang dapat kita lakukan, salah satunya adalah menggali potensi pencak silat dan segala aspek-aspeknya dalam membangun pribadi-pribadi yang unggul. Untuk mencapai semua itu diperlukan peningkatan mutu pencak silat itu sendiri melalui berbagai cara, upaya untuk meningkatkan mutu pencak silat di Indonesia telah lama dilakukan. Berbagai kegiatan, dalam inovasi dan program yang telah dilaksanakan, salah satu kegiatan yang menjadi agenda rutin adalah mengadakan kejuaraan pada tingkat daerah maupun tingkat nasional, termasuk pembinaan pesilat dalam memenuhi peningkatan mutu sebagai program yang dilaksanakan. Namun apakah cukup pembinaan dan pelatihan hanya ditujukan kepada pesilat olahraga prestasi saja, tentunya pencak silat harus dipandang luas sebagai olahraga, seni dan juga budaya. Salah satu yang masih kurang terlihat adalah mengadakan kegiatan pelatihan kepada pesilat disegala aspek yang dikandung pencak silat, tujuannya adalah agar pesilat dapat memahami olahraga ini dalam berbagai sudut pandang. Untuk meningkatan mutu pesilat dan juga tenaga pelatih diberikan berbagai pelatihan, peningkatan kualitas wawasan, serta pengadaan fasilitas lainnya. Selain itu dibutuhkan pula buku-buku dan referensi – referensi agar wawasan pesilat usia muda semakin bertambah. Sementara itu indicator menunjukkan bahwa mutu pesilat masih belum meningkat secara sifnifikan, karena upaya pembibitan dikalangan remaja dan siswa sekolahpun saat ini menemui berbagai hambatan. Rendahnya minat siswa untuk mengikuti kegiatan ini perlu juga dicari akar permasalahannya, namun yang tak disadari barangkali bahwa rendahnya minat siswa untuk mengikuti kegiatan pencak silat merupakan hasil dari suatu proses pemahaman yang tidak pas dan telah berlangsung cukup lama sehingga berangsur-angsur pemahaman yang kurang pas tersebut menjadi proses pembenaran yang nyata. Disadari atau tidak kemerosotan mutu dan pembibitan pada siswa disekolah disebabkan pula pada kemerosotan mutu Perguruan silat dan wadah yang menampung aspirasi dalam mensosialisasikan kepada siswa sekolah dan masyarkat secara umum. Fenomena yang muncul selama ini menunjukkan upaya peningkatan mutu selama ini dilakukan belumlah mampu memecahkan masalah yang mendasar, oleh sebab itu diperlukan langkan-langkah mendasar, konsisten, dan sistematis, serta secara berlahan mengangkat kembali pencak silat sebagai seni beladiri yang utuh bermartabat tinggi. Diperlukan kesadaran bersama bahwa meningkatkan mutu pencak silat merupakan komitment untuk meningkatkan sumber daya manusia, baik sebagai pribadi, maupun sebagai modal dasar pengembangan wawasan yang luas kepada masyarakat dan pesilat itu sendiri. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan prinsip dasar yaitu sebagai upaya untuk memanusiakan manusia atau humanisasi.
|
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 11:24 AM   |
|
|
|
|
| Promosikan Silat |
Banyak yang bertanya, bagaimana sih mempromosikan pencak silat agar olahraga ini bisa sedikit populer dikalangan masyarakat, pertanyaan tersebut tentunya dapat dijawab dengan macam-macam solusi, asalkan sarananya memadai. Kalau anda sering menonton televisi swasta kita sering menyaksikan iklan-iklan yang ditayangkan disela-sela acara yang sedang berlangsung. Salah satu iklan yang cukup menarik adalah iklan “Biskuat” dari Danone, mengapa begitu menarik, ternyata iklan tersebut mengilustrasikan seorang anak yang mampu melompat dengan gaya silat “Lompat macan” lengkap dengan guru dan temen-teman pesilat lainnya. Bukankan ini hal yang cukup bagus, setidaknya Danone melalui biskuatnya memberikan gambaran silat yang selama ini memang jarang digunakan sebagai alat promosi dalam iklan, memberikan rasa percaya diri, bahwa silatpun masih bisa dijual dan memiliki daya tarik yang unik. Tentunya kita turut mengucapkan terima kasih, karena masihTercatat pula beberapa iklan yang menggunakan latarbelakang silat untuk iklan-iklan yang pernah ditayangkan, ambil contohnya iklan rokok jie sam Soe, dan mungkin akan menyusul iklan-iklan lainnya. Lalu bagaimana promosi melalui film laga, karena cara ini juga ampuh, lihat saja film mandarin ataupun film laga lainnya, dengan ciat..ciat dibeberapa layer lebar teryata sedikti banyak membuat olahraga beladiri ikut dikenal bahkan menjadi popular. Walaupun beladiri yang ditampilkan di film laga tersebut lebih banyak menampilkan trik kamera untuk membuai penonton untuk tetap menyaksikan film tersebut. Namun focus jalan cerita tetap pada alur tentang beladiri tersebut. Tentunya penonton akan semakin tertarik dengan latarbelakang beladiri yang digunakan. Tercatat banyak pula actor legendaries yang mengharumkan beberapa beladiri asia yang membuat masyarakat duniapun berbondong-bondong mengikuti les beladiri tersebut. Lalu sejauh mana dengan film laga yang melukiskan beladiri silat, tentunya cukup banyak pula film-film tersebut diproduksi, namun unsur hiburannya memang lebih diutamakan dibandingkan teknik beladiri pencak silat yang sesungguhnya. Orang awampun sebenarnya mengetahui betapa ampuhnya silat ini sebagai beladiri, namun berita dan informasi yang didapat kadang-kdang malah menjerumuskan masyarakat itu sendiri misalnya saja dengan banyaknya iklan beladiri dengan transfer ilmu yang hanya cukup satu kali latihan sudah bisa digunakan, atau dengan mantra-mantra yang harus diamalkan, coba perhatikan salah satu majalah mistik di Indonesia, lihat baik-baik beberapa iklan mengenai beladiri didalamnya. Sialnya lagi-lagi silat menjadi olahraga yang tidak bisa dinalar oleh orang awam, karena orang beranggapan bahwa dengan silat maka orang jadi sakti, dengan silat orang tidak mempan dibacok alias kebal, dan ragam kesaktian lainnya. Padahal apakah dengan silat kita benar-benar bisa sakti, apakah tujuan utama mempelajari beladiri hanya untuk mencari kesaktian? Tentunya jawabannya ada di tangan anda.
|
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 10:51 AM   |
|
|
|
|
| Dilema Perguruan |
SENIN-KAMISnya Dunia Persilatan Mungkin ini adalah kata yang tepat untuk olah raga beladiri tradisional negeri ini. Ada rasa asing bagi anak negeri terhadap seni beladiri sendiri. Ketika tiap olah raga bela diri mulai merambah sendi kehidupan generasi muda anak negeri, ada yang terbalik dengan keadaan Pencak Silat. Silat, silek, pencak silat, penca, menca, mamenca, atau apapun istilah lainnya kini malah mulai tertidur. Ada ironi yang menghinggapi hati negeri ini. Ketika negeri jiran kini amat bangga dengan budayanya, kini kita malah dihinggapi rasa rendah diri terhadap karya budaya sendiri, andaikan dulu kita adalah bangsa yang rendah hati kini kita adalah bangsa yang rendah diri. Keunikan dan dan kekhasan Pencak Silat kini tergeser oleh imej (image) yang terlanjur tertempel pada diri Pencak Silat itu sendiri. Bahwa Pencak Silat adalah olah raga bela diri dari kampung. Banyak usaha yang telah dilakukan anak negeri ini memperkenalkan Pencak Silat kepada dunia dan seperti yang kita ketahui kini olah raga bela diri ini telah banyak digemari dan dipelajari lebih dari 20 negara yang tergabung dalam PERSILAT. Sayangnya pesatnya perkembangan Pencak Silat di negeri lain tidak dapat diimbangi dengan kemajuan di negeri asalnya. Sungguh suatu yang menyakitkan bila kita teliti bahwa imej (image) yang terlanjur tertanam bahwa Pencak Silat adalah bela diri asal kampung kini malah terseret menjadi kampungan karena ketidakmampuan kita dalam manajemen dan organisasi. Kini satu persatu perguruan Pencak Silat, baik yang berorientasi olah raga, seni, maupun bela diri mulai berguguran, satu persatu mulai kehilangan murid maupun peminat. Jika ada hal unik yang dapat Pencak Silat tawarkan, seharusnya tiap orang akan tahu apa yang “dijual” Pencak Silat. Ketidaktahuan Guru, Pelatih, instruktur beladiri ini dalam “mengemas” dan “menjual” Pencak Silatlah yang akhirnya membuatnya menjadi anak tiri di rumah sendiri. Bagaimana mungkin kita akan “membeli” sesuatu jika apa yang kita lihat dan kita dengar tidak membuat kita tertarik. Gegap gempita dan riuh rendahnya suasana gelanggang sepuluh-lima belas tahun lalu dalam tiap kejuaraan kini mulai sepi, terasalah bagi para pesilat yang berumur bahwa kini suasana seperti dulu tak dapat mereka nikmati. Tinggal kenangan manis yang tersisa. Kesedihan yang tertanam pada hati tiap pesilat, pendekar maupun guru, tak akan mampu terbayar oleh apapun. Hasil yang ada tak sebanding dengan pengorbanan yang mereka lakukan. Kita yang memiliki Padepokan Pencak Silat terbesar didunia, malah menjadi asing apabila masuk kedalamnya. Sepinya kegiatan Pencak Silat ditiap hari dalam padepokan yang notabenenya rumah sendiri bagi pesilat, membuat bingung kita. Padepokan yang terlihat bagaikan sosok gedung gagah yang tak ramah. Masih sejumput tanya yang tersisa kini, adakah kita akan membiarkan sang “Harimau” (Pencak Silat) tertidur? Harimau tetaplah harimau walau tertidur, tapi harimau terjaga lebih ditakuti daripada yang tertidur.Apakah kita akan biarkan Pencak Silat menjadi kampungan sementara diantara kita mampu membantu baik dari penataan organisasi, mengemas “selling point” dan keunikan Pencak Silat hingga laku di “jual” pada anak negeri?Apakah kita akan membiarkan “rumah” kita sepi melompong, sementara kita mampu mengisinya? Jangan jadikan “rumah” kita menjadi gedung yang tak ramah. Jika yang ada dalam hati kita kita tidak, maka mulailah kita melangkah dengan keahlian masing-masing untuk kembali “membangunkan” Pencak Silat. Adalah bukan hal yang mustahil Pencak Silat akan menjadi jati diri bangsa selain sebagai aspek olah raga, bela diri, budaya dan religi. ada istilah tiap hutan ade harimaunye, tiap tempat ade jagonye…..nah kalau tiap negara ada beladirinya…..kenapa Pencak Silat tidak jadi harimau dihutannya sendiri?
|
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 10:39 AM   |
|
|
|
|
| Sabeni punya Gaye |
PAHLAWAN TANPA TANDA JASA Tulisan Asli:
"Silat Betawi - tempo doeloe dan masa depan"
By indosilat-Yanweka Cerita kepahlawanan para jago silat dimasa itu cukup menarik disimak, pada umumnya mereka membela rakyat kecil dan melindungi kampung dimana mereka tinggal, sebut saja “Sabeni” pendekar legendaris dari Tanah Abang yang hidup sebelum perang dunia kedua, Sabeni lahir sekitar tahun 1860 di Kebon Pala Tanah Abang dari orang tua bernama Hannam dan Piyah. Menurut Bang Izul (salah satu cucu Sabeni), “Sabeni mulai dikenal namanya setelah Sabeni mampu menghadapi salah satu jago daerah Kemayoran yang berjuluk Macan Kemayoran ketika hendak melamar puteri si Macan Kemayoran untuk dijadikan isteri.” Selain itu peristiwa-peristiwa lainnya seperti pertarungan di Princen Park (Lokasari) dimana Sabeni berhasil mengalahkan Jago Kuntau dari Cina yang sengaja didatangkan oleh pejabat Belanda bernama Tuan Danu yang tidak menyukai aktivitas Sabeni dalam melatih maen pukulan para pemuda Betawi dan yang sangat fenomenal adalah ketika Sabeni dalam usia lebih dari 83 tahun berhasil mengalahkan jago-jago beladiri Yudo dan Karate yang sengaja didatangkan oleh penjajah Jepang untuk bertarung dengan Sabeni di Kebon Sirih Park (sekarang Gedung DKI). Sampai usia 84 tahun Sabeni masih mengajar maen pukulan (beliau mengajar hampir keseluruh penjuru jakarta bahkan untuk mendatangi tempat mengajar beliau biasanya berjalan kaki), sampai meninggal dunia dengan tenang didampingi oleh murid dan anak-anaknya pada hari Jumat tanggal 15 Agustus 1945 atau 2 hari sebelum Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dalam usia 85 Tahun, beliau dimakamkan di Jalan Kuburan Lama Tanah Abang. Kemudian atas perjuangan Bapak M. Ali Sabeni salah satu putera beliau, Jalan Kuburan Lama Tanah Abang diganti oleh pemerintah daerah DKI menjadi Jalan Sabeni. Selain itu di “Tanah Abang” masih terdapat pendekar silat lainnya yang cukup dikenal seperti, Rahmad, Ma’ruf, Derachman Djeni, Habib AM Akhabsji, Satiri dan tokoh lainnya. Kabarnya pendekar dari daerah lain kerap berkunjung ke tanah Betawi untuk memperdalam ilmu silatnya, selain belajar ilmu silat mereka juga saling bersilaturahmi, Menurut Bapak Oong Maryono (Pengamat Pencak Silat) kepada penulis menyebutkan bahwa “Banyak pendekar dari Sunda yang berguru ke daerah Betawi”. Tokoh-tokoh pencak silat dari sunda turut mewarnai khasanah silat ditanah Betawi, misalnya Raden H. Ibrahim (1816-1906) yang dikenal dengan Silat Cikalong pernah berguru dengan bang Kari dan bang Madi. Bang Kari dan bang Madi (Karimadi) cukup tersohor sebagai sumber ilmu silat dari daerah betawi pada zamannya, Dalam dunia persilatan Madi dikenal pakar dalam mematah siku lawan dengan jurus gilesnya, sedangkan Kari dikenal sebagai pendekar asli Benteng Tangerang yang juga menguasai jurus-jurus silat dan ahli dalam teknik jatuhan. Hingga saat inipun keduanya masih menjadi legenda yang tetap tercatat sebagai pendekar dari betawi. Raden H. Ibrahim sebelum berguru dengan bang Kari dan bang Madi, ia pernah tercatat pula berguru dengan seorang pendekar Betawi yaitu bang Ma’ruf di daerah Karet, Tanah Abang. |
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 10:31 AM   |
|
|
|
|
| Lensa Sejarah |
Tulisan Asli disunting/berudul: "Silat Betawi - tempo doeloe dan masa depan" By indosilat--Yanweka Betawi memang terkenal dengan tokoh – tokoh persilatan hingga aliran jurus (maenan) yang digunakan seperti Cingkrik, Gie Sau, Beksi, kelabang Nyebrang dan merak ngigel, Naga ngerem dan masih banyak lainnya. Permainan silat Cingkrik dikenal dengan cukup khas sebagai silat betawi pada umumnya. Perkembangan silat cingkrik inipun telah membias ke pelosok-pelosok kampong betawi, sehingga aliran ini memiliki banyak turunannya (aliran). Salah satu turunan antara cingkrik dan cimande adalah aliran Cingkrik Goning, yang merupakan silat betawi warisan dari Engkong Goning yg merupakan pejuang dari wilayah kedoya. Ilmunya kemudian diturunkan kepada Bapak Usup Utay, yang kemudian menurunkan kepada mantunya yaitu Bapak Tb. Bambang, Silat cingkrik secara umum terbagi 2 yaitu Cingkrik Goning dan Cingkrik Sinan. Perbedaannya ialah Cingkrik Sinan menggunakan “ilmu kontak” sementara Cingkrik Goning hanya mengandalkan kelincahan fisik. “Silat ini selalu berusaha untuk masuk dan mengunci lawan, jadi tidak banyak berlama-lama bertukar pukulan atau tendangan.” Ujur Pak Bambang pada penulis saat melatih di Padepokan beberapa waktu lalu. Keragaman aliran silat betawi turut diwarnai oleh latarbelakang silat dari daerah lain, seperti silat aliran Sahbandar, Kuntao (Cina) dan beberapa aliran silat dari Sunda. Proses Asimilasi mendapatkan nama aliran ataupun perkumpulan baru. Nampaknya ciri khas dan latarbelakang betawi tetap kuat mewarnai gerakan jurus-jurusnya. Seperti Mustika Kwitang yang berdiri Kampung Kwitang, Jakarta Pusat, salah satu tokohnya adalah H Muhammad Djaelani, yang lebih dikenal dengan sebutan Mad Djaelani. Ilmu silat Mustika Kwitang, kini diwariskan pada cucunya, sekaligus muridnya, H Zakaria. Akulturasi Ilmu Silat dari Cina dengan betawi bukan hal yang aneh misalnya silat Beksi, atau bek (Pertahanan) dan Sie ( Empat) yang artinya pertahanan empat arah, Tiga pendekar Beksi ( H. Gozali, H. Hasbullah dan H. Marhali) dan seorang cina bernama Lie Ceng Oek, mengembangkannya di Betawi (Jakarta). Diperkiraan Aliran Beksi merupakan Silat Betawi yang paling luas penyebarannya di Jakarta saat ini. Tidak ketinggalan silat yang datang dari daerah Nusantara contohnya aliran Silat Sahbandar yang dibawa oleh Mamak Sahbandar atau yang lebih dikenal dengan nama H.Mohamad Kosim (1766-1880) yang berasal dari Pagaruyungan, Sumatra Barat. Sebenarnya Sahbandar diperkenalkan di Cianjur namun ilmu beladiri ini berkembang pesat pula Betawi. H. Mohamad kosim wafat pada usia 114 yang dimakamkan di daerah wanayasa, Purwakarta. Silat Betawi pada umumnya menonjolkan permainan menggunakan serangan tangan dan kaki yang sangat cepat, sekitar tahun 1896 terdapat satu perkumpulan silat yang didirikan oleh M. Toha dan H. Odo yang bernama aliran Sin Lam Ba, aliran ini memperkenalkan Silat Tenaga Dalam dan Juga jurus-jurus silat pada umumnya, berkembang pesat di Jakarta hingga saat ini. Sebenarnya masih terdapat banyak aliran silat lainnya seperti silat Serak, dan Gerak Rasa yang juga cukup terkenal di Jakarta. Setelah jaman kemerdekaan (1945) Jakarta menjadi tujuan Imigran dari seluruh Indonesia, menurut data bapeda pada tahun 1961 suku betawi mencakup kurang lebih 22.9 persen dari 2,9 juta penduduk Jakarta pada waktu itu. Mereka semakin terdesak ke pinggiran Jakarta. Tidak mengherankan bila aliran-aliran silat betawi pun ada yang ikut tergusur yang dibawa oleh murid dari masing-masing aliran dan perkembangan pencak silat pun semakin semarak karena kesadaran dalam upaya mewariskan ilmu beladirinya secara turun menurun kepada keluarga, masyarakat setempat maupun di tempat lain. |
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 9:59 AM   |
|
|
|
| 02 October 2006 |
| Silat Betawi |
Pelestarian Silat Betawi Tulisan Asli disunting dari: Pencak silat merupakan kekayaan seni budaya bangsa yang penting artinya bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kebudayaan sehingga perlu adanya proses pelestarian demi memupuk kesadaran jatidiri bangsa. Gagasan membentuk wadah bagi silat aliran betawi muncul pada tahun 1972, yang bertujuan mempersatukan pesilat betawi ke dalam organisasi Persatuan Pencak Silat “Putra Betawi” pada tanggal 20 Januari 1972. Susunan Pengurus pada waktu itu antara lain, H. Sa’ali SH terpilih sebagai Ketua Umum, Satiri (Sahbandar) ketua I, Machmud Marzuki (PS. Putra Utama) ketua II dan H. Sumarmin (Macan Beatwi) Ketua III. Soekatma sebagai Sekretaris dan Sa’aman sendiri terpilih sebagai komisi teknik. Guru Besar yang mewakili Perguruan yang mendukung wadah ini berjumlah hingga 20 lebih perguruan silat betawi antara lain, PS. Putra Utama (Babe Oetama), PS. Putra Jakarta (Bang Sa’aman), PS. Sapu Jagat (Pak Endang Ms), PS. Sahbandar (TM Satiri), PS. Sutera Baja (Olive), PS. Mustika Kwitang (Zakaria), PS. Genta, PS. Sikak Mas, dan perguruan lainnya. Persatuan Pencak Silat “Putra betawi” pernah bersilaturahmi menghadap Presiden Suharto Pada tanggal 3 Januari 1973. Perjalanan PPS. Putra Betawi yang merupakan organisasi yang memberikan wadah bagi perguruan / aliran silat betawi tidak selalu berjalan mulus, organisasi ini pernah vakum selama 10 tahun, dan pada tanggal 24 Mei 1986 dilakukan konsolidasi guna kemantapan organisasi untuk meningkatkan dan mengembangkan kegiatan-kegiatan “PPS. Putra Betawi” oleh genarasi penetusnya, dan pada masa itu terpilih H. Daong Makmur Zulkarnaen sebagai pemimpin “PPS. Putra Betawi” pada masa itu. Masuk pada tahun milinium, menurut data terdapat lebih 50 aliran atau perguruan silat yang bernafaskan silat betawi, dan memang tidak semua aliran silat ini bisa dijangkau seketika harus ada proses sosialisasi dan pendekatan yang berkelanjutan, inipun beberapa silat yang bernaung dibawah Putra Betawi mulai menghilang dari Jakarta. Proses penelusuran guna menghidupkan beberapa perguruan dilakukan melalui beberapa cara, antara lain “kejuaraan Internal Silat Betawi dan melalui Festival Silat Betawi” tujuannya adalah untuk memantau perkembangan silat betawi agar tetap hidup walaupun tidak sepopuler pada masa lalu. Salah satu rencana Putra Betawi kedepan adalah “mengadakan acara Kejuraan khusus silat aliran betawi, karena kami berusaha menjada ke unikan silat ini, bila dibandingkan kejuaraan yang dilakukan IPSI yang sifatnya lebih nasional untuk olahraga prestasi” ujur Deddy Suryadi (Ketua Umum PPS. Putra Betawi). Putra Betawi, terus berupaya mengangkat silat sebagai salah satu kebanggaan warga betawi karena itulah pada senin (21/8/2006) lalu diselenggarakan Festival silat Betawi di Bawah organisasi Putra Betawi, tidak kurang sekitar 23 perguruan siat aliran betawi ikut hadir menyemarakkan acara tersebut. Kegiatan ini bertujuan mendokumentasikan melalui film dokumenter agar silat yang pernah ada dapat selalu terdata, dan diharapkan peran pemuda betawi khususnya dapat bersama-sama memperkenalkan kembali asset tersebut kepada generasi muda lainnya.Dokumentasi dan InternetMendokumentasikan silat tradisional dalam bentuk buku dan Video merupakan wacana yang sedang direalisasikan oleh Forum Pecinta dan Pelestari Silat Traddisonal yang beberapa waktu lalu dibentuk oleh kalangan pecinta ilmu beladiri tradisional, mereka saling berinteraksi melalui jalur internet untuk bertukar Informasi mengenai silat yang berkembang di Indonesia. Sebagai kegiatan awal Menurut Eko Hadi Selaku koordinator Forum ini mengatakan “Diadaakan pendataan perguruan atau aliran yang masih terdapat diwilayah DKI Jakarta, dipilihnya Silat yang berada di Jakarta karena pada umumnya anggota forum tinggal diJakarta dan sekitarnya, mungkin untuk kedepannya kita akan memiliki wakil-wakil didaerah lain” ujurnya. Sebagai Pilot Project dipilh beberapa aliran Silat khususnya Betawi yang kondisinya cukup mengkwatirkan, contohnya Silat Cingkrik Goning, Silat Pahaman dan Silat Sabeni. Ketiga aliran silat ini telah di dokumentasikan, bahkan dibuka latihan untuk umum di Padepokan Nasional Pencak silat Indonesia Setiap hari sabtu pagi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan dan berpatisipasi langsung melalui latihan. Kegiatan lain yang cukup penting adalah mengadakan diskusi atau saresehan yang rencananya di adakaan setiap Bulan, diharapkan bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh dapat langsung ikut pada acara saresahan ini di Padepokan Nasional Pencak Silat TMII Jakarta. |
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 11:42 AM   |
|
|
|
|
| KEMAJUAN |
Pendekar-Pendekar Berlaga Dalam Festival Silat Betawi Jakarta Tulisan asli dan disunting dari: "Festival Silat Betawi - Agustus 2006" By indosilat (21/08/2006). Tepatnnya hari ini, kabar yang sempat di siarkan 2 bulan lalu benar-benar terealisasi, bertempat di Plaza Cibubur-JakartaTimur. Berbagai jurus dan langkah dari berbagai aliran beladiri Betawi di peragakan, unik, cantik, indah, ganas, memukau dan berbahaya berhasil di peragakan oleh pendekar maupun pesilat Batavia dalam festival silat Betawi. Menurut Ketua Panitia (Sdr. Rahmat) dalam PPS Putra Betawi punya gawe yang kali ini, kurang lebih ada 20 perguruan silat Betawi yang diundang untuk tampil dalam acara ini. Disamping tujuan utamanya untuk mendokumentasikan pencak silat Betawi yang mulai tenggelam, event ini juga tidak lain di selenggarakan untuk saling mempererat tali silaturahmi dan persahabatan pesilat Betawi khususnya dan warga Betawi pada umumnya. Ternyata, pertunjukan yang di adakan seharian ini cukup membawa kesan bagi orang-orag yang sempat datang menyaksikannya, cukup patut untuk yang di jadikan teladan bagi kita. Bahwasanya, tidak hanya pria saja yang pantas menyandang predikat pesilat, wanitapun dapat menyandang gelar yang sama. Pasalnya, benar tidak hanya pria kekar dan berotot saja yang tampil memperagakan kebolehannya, tapi ibu-ibu juga turut ambil bagian di sana dalam memperagakan gerak pencak dengan gemulai, penuh makna, dan berbahaya yakni gerak silat yang terus di lestarikan secara turun temurun di kalangan masyarakat betawi. Ingat wanita betawi seperti mereka tidak boleh di pandang sebelah mata tentunya. Lain hal cerita para pendekar dewasa, serta para pesilat remaja. Menyinggung metode pengajaran dan pelatihan pencak silat Betawi (mainan, red) tidaklah semuanya tertinggal, dilihat dari keikut sertaannya para pesilat anak-anak (pesilat kecil,red) disana, serasa mengajak kita untuk sama-sama membuka mata lebar-lebar. Bahwasanya, para pendekar Betawi dewasa yang mahir dan pilih tanding yang tampil dan kita lihat sekarang ini, tidaklah terlahir melalui proses instant, melainkan telah di mulainya pelatihan dan pendidikan pencak silat sejak dini pada anak-anak pra-remaja. Timbulnya mental yang berani pada mereka diartikan berani dalam berinteraksi dengan orang yang lebih dewasa di lingkungan rumah tempat dia di bina, tapi berani juga pada saat di dalam kelas si anak juga di harap menjadi siswa yang menonjol dan aktiv saat mengikuti pelajaran sekolahnya. Sebagai contoh; saat mewawancarai Adik Alfian (3th, siswa SDI Muslimin-Jkt) sebagai salah satu pesilat anak-anak pada acara ini, dengan nada tenang dan bersahabat pada saya selaku orang asing baginya, dia menjawab semua pertanyaan dari saya tentangnya. Terus terang saya kagum, betul-betul berani anak ini, dan saya yakin betul dia pasti cerdas. Tebakan Saya tentunya terbukti benar , saat dia ikut pentas dalam peragaan pencak silat mewakili “Putra Betawi ” dengan peragaan merobohkan pesilat dewasa. Sungguh spektakuler dan benar-benar memukau pemirsa pengunjung mal di kawasan Cibubur yang dingin, dengan di tandai pemukulan “Gong pusaka” oleh Bp. Edy Nalapraya (Persilat), sebelum peragaan jurus di mulai. Event yang diadakan dalam rangka turut memeriahkan suasana semangat peringatan HUT RI Ke-61 ini mengambil tema, “Dalam Rangka Hut RI Ke-61, Bersama Kita Bangkitkan Pencak Silat Putra Betawi Sebagai Warisan Leluhur Kita”. Diakhir acara di tutup dengan peragaan permainan golok dan toya oleh Bp. H. Zakaria, sang guru besar “PPS Putra Betawi” dan setelah itu Bp. Sanusi membacakan doa menandakan hari itu acara usai dan bersyukur telah terlaksana tanpa halangan yang berarti. Oleh : Mas ezra Anggota Milis Silatbogor |
posted by Perguruan Pencak Silat BEKSI H. Hasbullah @ 11:14 AM   |
|
|
|
|
| X-Trakulikuler 1 |
Melestarikan Pencak Silat Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler By ezra Friday,
Kita seharusnya patut bangga bahwasannya beladiri peninggalan nenek moyang kita pencak silat sudah mulai tumbuh dan menyebar di bagian belahan dunia di berbagai negara tetangga seperti: Singapura, Malaysia, jepang, Amerika, Belanda, dll, hampir di semua benua ada pencak silatnya dengan kata lain perkembangannya sudah sekian jauh dan berkembang sepeti yang di harapkan.
Latar Belakang & Tujuan yang disertai harapan-harapan luhur bagi terbentuknya sebuah pelestarian nilai-nilai budaya nusantara sangat lah di perlukan, seperti laju perkembangan salah satu olah raga yang mengandung banyak nilai-nilai budaya bangsa. Ditengah keaneka ragaman yang kita temui, Negara kita juga kaya akan keaneka ragaman baik hayati adat istiadat dan juga seni budaya. Salah satu yang ada di dalamnya adalah seni budaya pencak silat dengan berbagai keunikan di dalamnya. Sebagai contoh Indonesia tercatat menjadi akar kebudayaan ini dan diakui memiliki sejarah ilmu beladiri dan seni pencak yang lahir berabad-abad tahun lalu | | |